Dinding Rumah Warga Situbondo Jebol Diterjang Longsor

Hujan deras yang melanda Situbondo tidak hanya memicu banjir, tetapi juga tanah longsor yang merusak rumah warga.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Izi Hartono
Kondisi bangunan rumah warga Bondowoso yang jebol diterjang tanah longsor 

 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras di Situbondo menyebabkan tanah longsor yang menimpa dua rumah warga, milik Korma (Desa Kalisari) dan Bukarman (Desa Tepos), Kecamatan Banyuglugur.
  • Longsor terjadi pada Rabu (22/1/2026) pukul 20.00 WIB dan merusak dinding rumah semi permanen, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
  • BPBD Situbondo mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, hujan deras, dan angin kencang selama seminggu ke depan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Hujan deras yang melanda Situbondo tidak hanya memicu banjir, tetapi juga tanah longsor yang merusak rumah warga.

Tanah gembur menimpa rumah warga bernama Korma, warga Desa Kalisari dan Bukarman, warga Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur. 

Koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan pihaknya menerima laporan tidak hanya bencana banjir, tetapi juga tanah longsor yang menimpa dua rumah warga di dua desa berbeda.

"Kejadian tanah longsor itu terjadi Rabu (22/01/2026) sekitar pukul 20.00 WIB," ujarnya, Jumat (23/01/2026).

Baca juga: Tebing Makam Sesepuh Desa Longsor, Satu Rumah di Jatirejo Mojokerto Rusak Parah Tertimpa Material

Bencana tanah longsor itu, kata Puriyono, tidak menyebabkan korban jiwa, namun kondisi dua bangunan rumah semi permanen itu rusak.

"Dinding rumah itu jebol diterjang longsor itu," katanya.

Puriyono menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian kerusakan akibat bencana tanah longsor itu.

Baca juga: Banjir Situbondo Telan Korban Jiwa, Bapak dan Anak Tewas Tersengat Listrik dari Pagar Rumah

"Untuk kerugiannya masih ditaksir oleh pemiliknya," tukasnya.

Puriyono menghimbau masyarakat untuk tetap waspada selama musim hujan dan cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung seminggu ke depan.

"Kami tidak akan bosan bosan untuk mengedukasi masyarakat selama cuaca ektrem ini, karena ini demi keselamatan," pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved