Gus Yahya Bicara Lonjakan Warga Nahdliyin, PBNU Dorong Penguatan Identitas NU

Menurut Gus Yahya, jika konsolidasi tidak dilakukan, identitas NU berisiko larut begitu saja di tengah masyarakat.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
HARLAH NU - Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf didampingi oleh Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni saat mengikuti silaturahmi akbar dan doa bersama dalam rangka Satu Abad NU di Graha NU Kecamatan Bondowoso, Jawa Timur Minggu (1/2/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  1. Gus Yahya hadiri Harlah NU di Bondowoso, diikuti ratusan pengurus dan banom NU.
  2. Jumlah warga NU meningkat drastis, PBNU dorong konsolidasi dan penguatan identitas.
  3. PBNU perkuat organisasi lewat aturan, pelatihan kader, dan platform digital Digdaya.

 

TRIBUNJATIM.COM - Warga Indonesia yang mengaku Nahdlatul Ulama dilaporkan meningkat.

Laporan itu disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya menghadiri silaturahmi akbar dan doa bersama dalam rangka Harlah NU di Bondowoso, Minggu (1/2/2026) malam.

​Gus Yahya hadir didampingi oleh Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni.

Baca juga: Akhir Polemik PBNU, Status Gus Yahya sebagai Ketua Umum Dipulihkan

Acara ini digelar di Aula Graha NU, Kecamatan Bondowoso, dan diikuti oleh ratusan pengurus NU hingga tingkat ranting serta badan otonom (banom) NU.

​Dalam sambutannya, Gus Yahya menyebutkan bahwa sebuah lembaga survei pada tahun 2005 melaporkan warga Indonesia yang mengaku NU mencapai 27 persen.

Padahal pada Pemilu 1955, pemilih NU hanya sekitar 18 persen.

​Delapan belas tahun kemudian, tepatnya pada 2023, survei serupa menunjukkan angka orang yang mengaku NU meningkat drastis menjadi 56,9 persen.

​"Maka saya bertanya-tanya, orang-orang yang dari 2005 sampai 2023 mengaku NU ini berasal dari mana dan bagaimana anggapan mereka tentang NU," ujarnya.

​Oleh karena itu, menurut Gus Yahya, jika konsolidasi tidak dilakukan, identitas NU berisiko larut begitu saja di tengah masyarakat.

PBNU kini membuat penjabaran detail mengenai aturan, prosedur dan mekanisme organisasi agar manajemen menjadi lebih objektif.

​Selain itu, PBNU memperkuat kapasitas organisasi melalui pelatihan kader.

"Supaya kader-kader itu tahu, NU itu apa," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa PBNU juga telah membangun platform digital bernama Digdaya sebagai bagian transformasi digitalisasi organisasi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved