Pelantikan Pengurus Pramuka Jatim Momentum Menuju Indonesia Emas 2045

Budi Waseso menegaskan bahwa pelantikan ini jadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan semangat pengabdian Gerakan Pramuka di Jawa Timur

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
MOMENTUM - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, diwawancara media usai melantik pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025-2030 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (11/2/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Budi Waseso lantik pengurus Mabida, Kwarda, dan LPK Pramuka Jatim masa bakti 2025–2030.
  • Pramuka diarahkan berkontribusi pada ketahanan pangan dan lahirnya petani milenial.
  • Emil Dardak dan Arum Sabil tegaskan komitmen Pramuka Jatim untuk relevan, produktif, dan solutif.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, menegaskan pelantikan Mabida, Kwarda, dan LPK Jatim menjadi momentum penting memperkuat komitmen pengabdian.

“Di pundak Kakak-kakak sekalian tersemat harapan besar untuk menjadikan Gerakan Pramuka tempat lahirnya generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Secara khusus Budi Waseso menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan semangat pengabdian Gerakan Pramuka di Jawa Timur. 

Menurutnya, Pramuka harus menjadi Kawah Candradimuka yang melahirkan generasi tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Baca juga: Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Dilantik Jadi Ketua Mabincab Pramuka: Wadah Pembentuk Karakter

Kontribusi Nyata

Tak hanya itu, ia menegaskan Gerakan Pramuka harus mampu menjadi solusi konkret bagi persoalan bangsa. Sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, Pramuka diarahkan untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

“Kita harus mendorong gugus depan di sekolah-sekolah memiliki lahan pangan terintegrasi. Di sana adik-adik belajar bukan hanya teori, tetapi praktik kemandirian dalam memproduksi pangan,” tegasnya.

Ia pun menyoroti kondisi saat ini dimana banyak petani yang sudah tua dan berusia lanjut sedangkan generasi muda tidak berniat terjun di sektor pertanian karena dianggap kurang menghasilkan.

Baca juga: 5 Tahun Arum Sabil Pimpin Kwarda Pramuka Jatim: Pengabdian yang Membumi

“Kita bertekad untuk lebih banyak melakukan inovasi sehingga anak anak muda tertarik ke sektor pertanian. Agar lahir petani-petani millenial,” tegasnya.

Karenanya ia  mengajak Pramuka Jatim berperan aktif dalam kaitan mendukung program nasional ketahanan pangan. 

Sinergi Jawa Timur

Sementara itu, Wakil Ketua Mabida Gerakan Pramuka Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan kebanggaannya atas semangat yang ditunjukkan jajaran pengurus baru. Ia menilai Jawa Timur memiliki potensi besar karena jumlah anggota Pramuka yang termasuk terbesar di Indonesia.

Menurut Emil, Pramuka harus tetap relevan di era digital. Kurikulum dan pola pembinaan perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Dasadarma.

“Pramuka harus menjadi pelopor inovasi, kewirausahaan sosial, serta penjaga lingkungan. Di Jawa Timur yang merupakan lumbung pangan nasional, program swasembada pangan sangat relevan,” katanya.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus bersinergi dengan Kwarda untuk mengimplementasikan program Pramuka Produktif secara konkret, sehingga generasi muda bangga menjadi petani modern maupun peternak andal sebagai kunci kedaulatan bangsa.

Di sisi lain Ketua Kwarda Jatim Muhammad Arum Sabil dalam sambutannya menyatakan komitmen untuk menjadikan Gerakan Pramuka Jatim sebagai organisasi yang produktif dan solutif.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved