JAMLIMA Tuban 2026 Jadi Ajang Toleransi dan Kolaborasi Pelajar Lintas Agama

Sebanyak 920 siswa-siswi lintas agama di Kabupaten Tuban mengikuti kegiatan yang berlangsung di Mangrove Center, Kecamatan Jenu

Tayang:
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Muhammad Nurkholis
JAMLIMA - Ratusan siswa lintas agama mengikuti upacara pembukaan Jambore Literasi dan Moderasi Beragama (JAMLIMA) di Mangrove Center, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Sabtu (14/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • JAMLIMA Tuban 2026 diikuti 920 pelajar lintas agama dengan tema “Membaca Dunia dan Rawat Harmoni untuk Indonesia”.
  • Kegiatan bertujuan memperkuat literasi, moderasi beragama, dan kerukunan antarumat.
  • Program ini melibatkan Kemenag Tuban dan Dinas Pendidikan, dengan rangkaian lomba literasi bertema toleransi.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Mengusung tema “Membaca Dunia dan Rawat Harmoni untuk Indonesia”, Jambore Literasi dan Moderasi Beragama (JAMLIMA) yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Jawa Timur resmi digerlar, Sabtu (14/2/2026) sore.

Sebanyak 920 siswa-siswi lintas agama di Kabupaten Tuban mengikuti kegiatan yang berlangsung di Mangrove Center, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban tersebut.

JAMLIMA tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga, setelah sebelumnya digelar di Maibit Rengel dan Pantai Kelapa.

Suasana Pembukaan

Suasana pembukaan semakin meriah dengan penampilan seni dari para delegasi peserta, mulai dari tari-tarian, drama kolosal, hingga barongsai yang mencerminkan keberagaman budaya dan agama.

Baca juga: Terbongkar Terduga Pemilik Mobil Plat Merah yang Isi Bensin Subsidi, Pemkab Tuban: Bukan Aset Kami

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Pendma) Kanwil Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh siswa tingkat MI, MTs, SMP, MA hingga SMA. 

Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk membangun kerja sama dalam meningkatkan literasi sekaligus memperkuat moderasi beragama di kalangan pelajar.

“Kegiatannya dikemas secara menyenangkan untuk membangun kerja sama dalam peningkatan literasi dan moderasi beragama,” ujarnya.

Sinergi dan Toleransi

Ia menegaskan, literasi antarumat beragama bertujuan memperkuat kerukunan. Jika masyarakat hidup rukun, pembangunan akan berjalan dengan baik. Sebaliknya, jika terjadi perpecahan, kondisi tersebut sangat berbahaya.

“Kalau kita sampai bercerai-berai, nanti akan ada pihak luar yang masuk dan ingin menguasai,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menyampaikan bahwa JAMLIMA tidak hanya diikuti siswa madrasah atau yang beragama Islam, tetapi juga melibatkan peserta non muslim.

Baca juga: Jambore MTB Seri Keempat, Pemkab Magetan Promosikan Wisata Alam di Depan Para Pecinta Sepeda Gunung

“Tujuannya untuk memperkuat ukhuwah, tidak hanya ukhuwah Islamiyah, tetapi juga ukhuwah basyariyah atau persaudaraan sesama manusia,” ujarnya.

Umi menambahkan, bahwa program ini merupakan inovasi Kementerian Agama dan dalam pelaksanaan tahun ini, Kemenag Tuban telah bersinergi dengan Dinas Pendidikan.

Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan bisa terus berlanjut agar dapat melahirkan generasi yang berpikir moderat serta menjunjung tinggi nilai toleransi di Tuban.

“Ke depan, kami berharap anak-anak memahami bahwa berbeda itu tidak menjadi masalah,” imbuhnya.

Diketahui, kegiatan JAMLIMA ini nantinya juga akan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari penguatan keagamaan, penguatan moderasi beragama, hingga lomba literasi seperti puisi, esai, dan karya tulis ilmiah yang seluruhnya mengangkat tema toleransi.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved