Ramadan 2026

Daftar Lokasi War Takjil saat Ramadan di Lamongan, Ada Banyak Kuliner Tradisional

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana sore hari di sejumlah ruas jalan di dalam Kota Lamongan, Jawa Timur berubah menjadi lebih ramai.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Hanif Manshuri
RUAS JALAN DALAM KOTA. Jalan Basuki Rahmat, salah satu diantara ruas jalan dalam Kota Lamongan yang ramai setiap sore saat bulan Ramadan dipenuhi penjual takjil dadakan dan jadi buruan mereka yang berpuasa, Rabu (18/2/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Memasuki Ramadan 1447 H, sejumlah ruas jalan di Lamongan seperti Jalan Lamongrejo, Sunan Drajat, Basuki Rahmat, dan pertigaan Made dipadati warga yang berburu takjil untuk berbuka puasa.
  • Area sekitar Alun-alun hingga selatan Jalan KH Ahmad Dahlan ramai pedagang musiman yang menjajakan kolak, es buah, gorengan, hingga kuliner khas seperti nasi boranan.

 


Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana sore hari di sejumlah ruas jalan di dalam Kota Lamongan, Jawa Timur berubah menjadi lebih ramai.

Sejumlah titik keramaian dipadati warga yang berburu aneka takjil untuk berbuka puasa, mulai dari jajanan tradisional hingga minuman segar pelepas dahaga.

Lokasi paling favorit adalah di Jalan Lamongrejo, Sunan Drajat, Basuki Rahmat dan pertigaan Made Lamongan.
 
Ruang terbuka di pusat kota timur Alun-alun juga dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan kolak, es buah, gorengan, hingga makanan khas daerah menjelang waktu magrib.

"Banyaknya pilihan menu serta lokasi yang mudah dijangkau membuat sejumlah tempat itu menjadi tujuan utama masyarakat untuk ngabuburit sekaligus membeli hidangan berbuka," ungkap Nur Hayati, warga Deket, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Digelar Perdana, Bazar Takjil Ramadan di Masjid Agung An-Nuur Pare Kediri Dibuka Setiap Hari


Di sekitar selatan Alun-alun, tepatnya di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan warga juga dapat menemukan kuliner tradisional seperti Nasi Boranan yang dikenal sebagai makanan khas daerah dengan harga terjangkau.

Kehadiran penjual makanan lokal ini menambah daya tarik berburu takjil karena pengunjung tidak hanya mencari menu manis, tetapi juga santapan berat untuk berbuka.

Tak jauh dari pusat keramaian, area sekitar Masjid Agung Lamongan turut menjadi titik berkumpul masyarakat menjelang adzan magrib.

Selain mengikuti kegiatan ibadah atau tadarus, jamaah biasanya memanfaatkan keberadaan pedagang kaki lima di sekitar masjid untuk membeli takjil sebelum berbuka puasa bersama.

Sementara itu, beberapa pusat kuliner dan area perdagangan seperti Pasar tingkat Lamongan kota, Pasar Sidoharjo, Pasar Babat juga mengalami peningkatan aktivitas selama Ramadan.

Pedagang mengaku jumlah pembeli meningkat signifikan dibanding hari biasa karena kebutuhan masyarakat terhadap hidangan berbuka semakin tinggi.

"Alhamdulillah, biasanya setiap Ramadan selalu apa peningkatan pembeli," ujar seorang pedagang daging ayam, Khusnul Khotimah.


Ramainya perburuan takjil juga membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil. Banyak pedagang musiman mampu meraih omzet lebih besar selama Ramadan, terutama pada akhir pekan ketika jumlah pengunjung meningkat.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi berburu takjil bukan sekadar rutinitas menunggu waktu berbuka, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Dengan beragam pilihan lokasi dan kuliner yang tersedia, Ramadan di Lamongan menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Aktivitas sederhana seperti membeli takjil di sore hari pun menjadi bagian penting dari tradisi yang selalu dirindukan warga setiap tahunnya.
 
 
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved