Enam Pompa Tambahan Dikerahkan Pemkab Lamongan di Sluis Kuro Hadapi Banjir Bengawan Jero

Penambahan pompa air itu dilakukan sebagai upaya mempercepat penanganan banjir di kawasan Bengawan Jero. Pemkab memasang 20 pompa air di dua lokasi.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Hanif Manshuri
POMPA SLUIS - Pemkab Lamongan menambah enam pompa di Sluis Kuro untuk mengurangi banjir Bengawan Solo, Rabu (18/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Pemkab Lamongan memasang total 20 pompa air di dua pintu air.
  2. Penambahan pompa dilakukan karena debit Bengawan Jero meningkat akibat hujan.
  3. Volume Waduk Gondang dikendalikan agar tidak meluber ke Bengawan Jero.

 

TRIBUNJATIM.COM - Enam unit pompa air ditampahkan di Sluis Kuro oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan.

Dilansir dari Wikipedia, Sluis (serapan bahasa Belanda) atau sluice (Inggris) adalah pintu air yang berfungsi mengatur aliran dan ketinggian air di sungai, kanal, atau saluran irigasi.

Penambahan pompa air itu dilakukan sebagai upaya mempercepat penanganan banjir di kawasan Bengawan Jero.

Pemkab memasang 20 pompa air di dua lokasi.

Baca juga: Proyek Rumah Pompa Air Molor, Banjir di Wilayah Tanggulangin Sidoarjo Kian Parah

Sebanyak 18 pompa di pintu air Kuro, Kecamatan Karangbinangun, dan dua unit ada di pintu air Melik, Kecamatan Kalitengah.

"Langkah ini dilakukan untuk mengurangi genangan air yang saat ini debit Sungai Bengawan Jero meningkat, lantaran diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir," kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat meninjau di pintu air Kuro, Rabu (18/2/2026).

Dikatakan, penambahan pompa tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pembuangan air dari wilayah terdampak menuju aliran utama, yakni Sungai Bengawan Solo, sehingga genangan dapat lebih cepat surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Disampaikan bahwa penanganan banjir Bengawan Jero menjadi prioritas pemerintah daerah mengingat kawasan tersebut merupakan langganan genangan setiap tahun.

Selain penambahan pompa, Pemkab juga melakukan pemantauan rutin terhadap tinggi muka air serta koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan sistem pengendalian banjir berjalan optimal.

“Dengan tambahan enam pompa ini, diharapkan proses penyedotan air menjadi lebih cepat sehingga dampak banjir terhadap permukiman dan lahan pertanian bisa diminimalkan,” ujarnya.

Saat ini, kata Kaji Yes, tinggi Kuro dalam dengan air Kuro luar selisih sekitar satu meter. Artinya, lebih tinggi muka air Kuro luar, dan untuk mengurangi tinggi air Kuro dalam harus menggunakan pompa.

Ia berharap curah hujan berkurang sehingga banjir Bengawan Jero tidak terus bertambah.

Upaya Atasi Volume Waduk Gondang

Ditambahkan, upaya lain yang telah dilakukan Pemkab Lamongan yaitu mengurangi volume air Waduk Gondang agar tidak meluber karena curah hujan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved