Dorong Target Zero Waste 2030, DPRD Jatim Inisiasi Pengelolaan Sampah Berbasis Pesantren di Surabaya
Persoalan sampah di Jawa Timur masih menjadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN)
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Lokasi: Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Surabaya.
- Inisiator: Cahyo Harjo Prakoso (DPRD Jatim) & DLH Jatim.
- Alat: Mesin pencacah organik, budidaya maggot, komposter, & bak sampah pilah.
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Persoalan sampah di Jawa Timur masih menjadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sekitar 45 persen sampah di Jawa Timur masih belum terkelola dengan baik.
Anggota DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat pun diajak mulai mengelola sampah dari sumbernya, salah satunya dengan memilah sampah rumah tangga antara organik dan anorganik.
Menurut Cahyo, pondok pesantren memiliki posisi strategis untuk menjadi motor penggerak pengelolaan sampah. Selain memiliki jumlah penghuni besar, pesantren juga dinilai efektif membangun perubahan perilaku lingkungan di masyarakat.
Baca juga: DPRD Jatim Soroti Fenomena Kriminalisasi Guru, Minta Ada Pemahaman Bersama
Pesantren Sebagai Motor Peradaban Lingkungan
Termasuk pesantren yang berada di Kota Surabaya. “Permasalahan sampah ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga masalah peradaban. Apalagi pondok ini berada di Kota Surabaya yang padat penduduk dan memiliki jumlah santri cukup banyak. Pengelolaan sampah yang baik sangat penting,” kata Cahyo dalam acara di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Surabaya, Senin (18/5/2026).
Karena itu, pihaknya menginisiasi pemberian bantuan alat pengolah sampah kepada Yayasan Pondok Pesantren Sunan Kalijaga. Bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup tersebut meliputi mesin pencacah sampah organik, perangkat budidaya maggot, komposter, tempat sampah pilah, hingga tempat sampah roda.
Secara rinci, bantuan yang diberikan berupa 50 unit komposter berkapasitas 120 liter, lima set budidaya maggot lengkap dengan bak, telur black soldier fly (BSF), alat semprot, dan timba. Selain itu, terdapat satu unit mesin pencacah sampah organik dengan penggerak diesel 8 PK dan pisau berbahan baja, serta 50 tempat sampah roda bertutup berbahan plastik berkapasitas 240 liter.
Cahyo mengatakan, pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi simpul ekonomi baru bagi masyarakat.
“Sekali lagi, sampah bisa menjadi bencana apabila dibiarkan. Tetapi bisa menjadi potensi pemberdayaan ekonomi yang luar biasa apabila diberikan teknologi, kemampuan SDM, dan semangat gotong royong,” ujar Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jatim tersebut.
Menurut Anggota Komisi E DPRD Jatim itu, pengolahan sampah organik melalui pencacahan dan budidaya maggot dapat menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
Cahyo berharap Pondok Pesantren Sunan Kalijaga dapat menjadi pionir gerakan pengelolaan sampah berbasis pesantren di Surabaya.
“Kami yakin Pondok Pesantren Sunan Kalijaga bisa menjadi pionir gerakan kebaikan ini untuk mendukung target zero waste tahun 2030,” kata Ketua DPC Gerindra Surabaya sekaligus legislator asal dapil Jatim 1 tersebut.
Ketua Tim Kerja Sarana Prasarana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Agus Sucahyo, mengatakan pengelolaan sampah di Jawa Timur masih menghadapi tantangan besar. "Kalau melihat data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, hanya sekitar 56 persen sampah yang terkelola. Sisanya masih belum terkelola,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah 70 persen sebagaimana tertuang dalam Pergub Jatim Nomor 106 Tahun 2018.
Namun di lapangan, pengelolaan sampah masih terkendala rendahnya kesadaran masyarakat. Agus menyebut, berdasarkan studi BPS tahun 2018, tingkat ketidakpedulian lingkungan masyarakat mencapai 72 persen.
pengelolaan sampah
bantuan alat pengolah sampah
anggota DPRD Jawa Timur
Cahyo Harjo Prakoso
Pondok Pesantren Sunan Kalijaga
Surabaya
TribunJatim.com
| 3 Pemain Timnas Futsal Pilih Kuliah Manajemen, Universitas Muhammadiyah Surabaya Beri Beasiswa Atlet |
|
|---|
| 17 Tahun Ibu di Sumbar Sortir 1 Ton Sampah Plastik Demi Sekolahkan Anak, Bisa Dapat Rp 550 Ribu |
|
|---|
| Pernah Beraksi di Empat TKP, Pria Asal Surabaya Utara Ditembak Polisi di Gresik |
|
|---|
| Komisi D DPRD Surabaya Minta SPPG Penuhi Standar Higienitas Sebelum Beroperasi |
|
|---|
| Jelang Hari Raya Kurban, Peternak di Lumajang Malah Bernasib Pilu, Sapi Mendadak Raib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Jawa-Timur-Cahyo-Harjo-Prakoso.jpg)