5.285 Koperasi Merah Putih di Jatim Dikebut, Ditarget Rampung Agustus 2026
Pembangunan fisik itu ditargetkan akan selesai pada Agustus 2026 mendatang. KDKMP merupakan program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Torik Aqua
Ringkasan Berita:
- 5.285 titik KDKMP di Jawa Timur ditarget rampung Agustus 2026 dengan progres rata-rata 40 persen.
- KDKMP dibangun dari nol dengan standar nasional dan lahan 1.000 meter persegi per titik.
- Koperasi ini diproyeksi menekan harga bahan pokok dan mendongkrak ekonomi masyarakat.
TRIBUNJATIM.COM - Total 5.285 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sedang dikebut pembangunannya oleh para TNI di bawah naungan Kodam V/Brawijaya.
Pembangunan fisik itu ditargetkan akan selesai pada Agustus 2026 mendatang.
KDKMP merupakan program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Realisasinya di Jawa Timur kini masih dikebut.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Kutisari Bakal Beroperasi, Dilengkapi Angkutan Logistik hingga Klinik Kesehatan
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, menegaskan, sebanyak 5.285 titik yang kini sedang dibangun itu berbeda dengan koperasi yang menggandeng pesantren maupun yang sebelumnya sudah beroperasi.
“Sebanyak 5.285 ini yang dibangun dari awal dengan memanfaatkan lahan sebesar 1.000 meter persegi yang disediakan oleh pemerintah masing-masing daerah,” kata Endy, kepada Surya.co.id dalam wawancara Sabtu (21/2/2026).
“Saat ini rata-rata progres fisiknya sudah 40 persen dan ditarget sebelum hari jadi Kemerdekaan RI sudah selesai terbangun,” imbuh Endy.
Jika 5.285 titik KDKMP tersebut sudah selesai dibangun, maka akan menambah 380 titik KDMP yang saat ini sudah beroperasi dan telah menghasilkan perputaran ekonomi yang signifikan.
Lebih lanjut, ketika seluruh koperasi ini jadi, koperasi Merah Putih yang ada di pesantren ataupun yang menggandeng pihak tertentu juga akan dipindahkan ke KDKMP terstandar yang telah terbangun.
“Karena kan yang sedang dibangun ini kan modul. Jadi format dan bentuk bangunannya akan sama satu titik dengan yang lain di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Memang sebelumnya Endy sempat mengatakan ada beberapa daerah yang kesulitan menemukan lahan seluas 1.000 meter persegi sebagai lokasi KDKMP, seperti daerah di Jatim yang berada di atas pegunungan dan dataran tinggi.
Dikatakan Endy, bagi daerah yang belum mendapatkan lahan persis 1.000 meter persegi, maka pembangunan KDKMP akan diikutkan di batch kedua, di luar target 30.000 KDKMP yang akan dibangun di seluruh Indonesia per Agustus 2026.
“Kami optimistis keberadaan KDKMP ini akan mendongkrak ekonomi daerah, tak hanya pelaku dan pengurus koperasi, tapi masyarakat. Karena bahan pokok yang dijual di KDKMP itu langsung tangan kedua dari produsen. Rantai logistiknya dipotong jadi lebih murah,” tegasnya.
Setiap KDKMP yang sudah jadi akan langsung diserahterimakan dari TNI ke Agrinas, kemudian diserahkan ke pengurus Koperasi Merah Putih. Di awal, akan dilakukan pendampingan terkait tata kelola gerai hingga bisa untung.
“Modal awalnya nanti didrop barang, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar, terutama bahan pokoknya,” pungkas Endy.
| Wali Kota Mojokerto Ning Ita Dorong KKMP Jadi Mitra MBG, Potensi Omzet Capai Ratusan Juta |
|
|---|
| Sudah Beri Rp 200 Juta, Rey Wanita yang Nikahi Sesama Jenis Bingung Dilaporkan, Pernah Minta Putus |
|
|---|
| Polytron Hadirkan Solusi Nyata UMKM, Dari Data Riset hingga Ekosistem Bisnis |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Gerha Majapahit BPBD Jatim, Perkuat Logistik Bencana |
|
|---|
| Jakarta Pertamina Enduro Juara Putaran Pertama Final Four Proliga 2026, Tundukkan Gresik Phonska |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Koperasi-dan-UKM-Provinsi-Jawa-Timur-Endy-Alim-Abdi-Nusa-saat.jpg)