Dapur Rumah Warga di Situbondo Ambruk usai Sahur, Kerugian Capai Jutaan Rupiah
Setelah diguyur hujan deras yang disertai angin kencang, bangunan dapur rumah warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ambruk
Penulis: Izi Hartono | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Lokasi: Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Situbondo.
- Waktu: Senin, 23 Februari 2026 (Dini hari, usai waktu sahur).
- Penyebab: Kayu penyangga lapuk, beban atap basah, dan angin kencang.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono
TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Setelah diguyur hujan deras yang disertai angin kencang, bangunan dapur rumah warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ambruk, Senin (23/02/2026) dini hari.
Ambruknya dapur permanen berukuran panjang 15 meter dengan lebar 15 meter milik Maisyaroh ini, diduga karena kayu sudah lapuk dimakan usia.
Sehingga kayu atap dapurnya milik wanita berusia 47 tahun ini tidak kuat menahan beban genteng yang basah dan terjangan angin kencang.
Baca juga: Hilal 1 Ramadan di Situbondo Tak Terlihat Bukan Akibat Mendung, Tenggelam Lebih Awal & di Bawah Ufuk
Penyebab: Kayu Lapuk dan Beban Genteng Basah
Tidak ada korban jiwa dan musibah dapur rumah ambruk tersebut, namun kerugian yang dialami pemiliknya mencapai jutaan rupiah.
Koodinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono membenarkan adanya laporan ambruknya dapur warga di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji itu.
"Iya benar, tapi dapur itu ambruk karena kayunya banyak yang rapuh dan lapuh," ujarnya.
Baca juga: Dari Panarukan ke Situbondo, Kisah Panjang Sejarah di Pesisir Utara Jawa Timur
Peristiwa itu, kata Puriyono, setelah pemiliknya selesai sahur dan akan solat subuh mendengar suara gemuruh dari belakang rumahnya dan bergegas keluar untuk mengeceknya.
"Saat keluar, pemilik sudah melihat dapurnya telah ambruk," katanya.
| Keterlaluan, Maling Bobol SDN Sonobekel Nganjuk, 3 Laptop Amblas, Sosok Pelaku Terekam CCTV |
|
|---|
| Pengakuan Wanita yang Selingkuh dengan Oknum Polisi Polres Nganjuk, Ternyata Baru Diangkat P3K |
|
|---|
| Soal Kenaikan Harga LPG Non-Subsidi, Pemprov Jatim Buka Suara: Dipengaruhi Biaya Transportasi |
|
|---|
| Jawaban Rully Anggi Akbar usai Dirinya Disebut Tak Pernah Menafkahi Boiyen |
|
|---|
| Maling 19 Keping Emas di Ngantang Ditangkap Polisi di Malang, Pelaku Congkel Jendela saat Beraksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kondisi-bangunan-dapur-warga.jpg)