Sejarah di Jatim
Dari Panarukan ke Situbondo, Kisah Panjang Sejarah di Pesisir Utara Jawa Timur
Jejak sejarah Kabupaten Situbondo terbentang dari legenda Pangeran Situbondo, hingga lahir sebagai kabupaten strategis di jalur Pantura Jawa Timur.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Situbondo memiliki sejarah panjang dari legenda Pangeran Situbondo hingga terbentuk sebagai kabupaten modern di pesisir utara Jawa Timur.
- Pada masa kolonial, Situbondo dikenal sebagai Panarukan, pelabuhan penting ujung Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan, sebelum resmi berganti nama menjadi Situbondo pada 1972.
- Perkembangannya dipengaruhi Karesidenan Besuki, aktivitas pelabuhan, dan pembagian wilayah administratif, hingga kini dikenal sebagai daerah pesisir strategis di jalur Pantura Jawa Timur.
TRIBUNJATIM.COM – Kabupaten Situbondo merupakan salah satu daerah di pesisir utara Jawa Timur yang menyimpan sejarah panjang, mulai dari legenda rakyat, masa kerajaan, kolonial Belanda, hingga terbentuk sebagai kabupaten modern seperti sekarang.
Wilayah yang dahulu dikenal dengan nama Panarukan ini memiliki posisi strategis di jalur Pantura (Pantai Utara), sekaligus menjadi saksi penting perjalanan sejarah Nusantara.
Asal Usul Nama Situbondo
Nama Situbondo diyakini berasal dari legenda Pangeran Aryo Gajah Situbondo atau Pangeran Situbondo.
Tokoh ini dikenal berasal dari Madura dan diceritakan tidak pernah menampakkan diri kepada masyarakat.
Dalam cerita rakyat, Pangeran Situbondo kalah dalam pertarungan melawan Joko Jumput.
Kekalahannya ditandai dengan ditemukannya sebuah odheng atau ikat kepala di wilayah Kelurahan Patokan, yang kini menjadi pusat Kota Situbondo.
Dari peristiwa inilah nama Situbondo kemudian dikenal dan diwariskan secara turun-temurun.
Selain versi legenda, terdapat pula penafsiran filosofis yang berkembang di masyarakat.
Kata Situbondo dipercaya berasal dari gabungan kata siti yang berarti tanah dan bondo yang bermakna ikatan.
Makna ini diyakini mencerminkan Situbondo sebagai tanah yang mengikat para pendatang untuk menetap dan membangun kehidupan di wilayah tersebut.
Baca juga: Sejarah dan Asal-usul Kota Blitar, dari Legenda Majapahit hingga Kota Proklamator
Legenda Pangeran Situbondo dan Joko Jumput
Legenda menyebutkan bahwa Pangeran Situbondo datang ke Surabaya untuk meminang putri Adipati Suroboyo.
Namun lamaran tersebut ditolak secara halus dengan syarat membabat hutan di sebelah timur Surabaya.
Situbondo
Panarukan
Pangeran Situbondo
sejarah Situbondo
Joko Jumput
Pesisir Utara Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
asal usul Situbondo
| Candi Ampel di Tulungagung, Jejak Majapahit Abad ke-15 yang Kini Tinggal Puing Reruntuhan |
|
|---|
| Sejarah Candi Mirigambar Tulungagung, Jejak Angling Dharma di Tengah Desa |
|
|---|
| Tak Sekadar Lezat, Inilah Sejarah dan Filosofi di Balik Rujak Cingur Khas Surabaya |
|
|---|
| Candi Sanggrahan Tulungagung, Jejak Majapahit dan Kisah Peristirahatan Pembawa Jenazah Gayatri |
|
|---|
| Jejak Heroik Monumen PETA Blitar, Mengenang Pemberontakan Besar Soeprijadi Melawan Penjajah Jepang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pendopo-Pate-Alos.jpg)