Banyak Terima Aduan, Dewan Pendidikan Lamongan Minta MBG Dihentikan selama Ramadan: Evaluasi

Dewan Pendidikan Lamongan meminta agar pemerintah menghentikan distribusi MBG selama bulan Ramadan.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Alga W
Istimewa
HENTIKAN - Anggota DPL, M Nur Ali Zulfikar, meminta agar pemerintah menghentikan distribusi MBG selama Ramadan. Ia memberikan rekomendasi agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh. 

Ringkasan Berita:
  • Banyak aduan terkait menu MBG selama Ramadan yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran Rp8.000 (TK–kelas 3 SD) dan Rp10.000 (kelas 4 SD–SMA).
  • Bahkan disebut ada menu MBG seperti takjil berbuka puasa senilai Rp5.000.
  • DPL merekomendasikan distribusi MBG dihentikan sementara selama Ramadan.

TRIBUNJATIM.COM - Banyak keluhan dan pengaduan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai dengan budget anggaran yang diterima Dewan Pendidikan Lamongan (DPL).

Menanggapi hal itu, anggota DPL Lamongan, M Nur Ali Zulfikar meminta agar pemerintah menghentikan distribusi MBG selama bulan Ramadan.

Ia memberikan rekomendasi agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh. 

Baca juga: Ibu-ibu Wali Murid Kembalikan Menu MBG di Lamongan Imbas Kentang, Sekda Lapor ke BGN

Diketahui, menu MBG yang dikeluhkan terkesan seperti menu takjil berbuka puasa.

Setelah ditunjukkan, Ali Zulfikar menilai, menu MBG yang disajikan tidak sesuai dengan budget anggaran.

Yaitu TK sampai kelas 3 SD Rp8000 dan kelas 4 SD sampai SMA Rp10.000.

"Kami mendapatkan laporan dari wali murid dan pihak sekolah, terkait makanan yang dibagikan kepada siswa selama Ramadan terkesan seadanya," ujar Ali Zulfikar, Selasa (24/2/2026).

"Bahkan ada yang seperti menu takjil yang hanya bernilai Rp5000," imbuhnya.

Ali menegaskan, keluhan tersebut antara lain terkait kondisi makanan yang kurang segar.

Bahkan ada buah yang busuk, menu yang tidak sesuai kebutuhan gizi anak, hingga proses distribusi yang dinilai kurang maksimal atau terlambat.

"Oleh karena itu, kami meminta agar dilakukan evaluasi terhadap SPPG yang melaksanaan program MBG di sekolah-sekolah," terang Ali. 

Ia mengimbau agar dilakukan perbaikan dalam pengelolaan, pengawasan, serta standar kualitas makanan yang disediakan bagi para siswa.

Usulan penghentian sementara program selama Ramadan dilakukan agar pihak penyelenggara memiliki waktu untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

"Evaluasi ini mencakup proses pengadaan bahan makanan, pengolahan, hingga sistem distribusi ke sekolah-sekolah," tegasnya. 

Selain itu, Ali menilai, momentum Ramadan juga menjadi momentum yang tepat untuk melakukan penataan ulang sistem pelaksanaan program MBG.

Dikatakan, kalau mau program ini berjalan baik.

Maka kami mengusulkan agar kualitas menu diperbaiki dan pengawasan diperketat.

"Sehingga ke depan, tercipta standar yang lebih baik dan menu yang benar-benar bergizi, serta layak dikonsumsi oleh siswa," pungkasnya.

Baca juga: Hindari Makanan UPF, SPPG Cukurgondang Buat Sendiri Kue & Roti Sendiri Agar Gizinya Terjamin

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved