Jembatan Sentong Bondowoso Ambles: Damkar dan Ambulans Putar Jalur, Sopir Angkutan Tertekan BBM

Amblesnya Jembatan Sentong penghubung jalur Bondowoso-Jember menghambat mobilitas ambulans dan Damkar.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
JEMBATAN AMBLES - Kondisi Jembatan Sentong di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, yang ambles setelah diguyur hujan deras selama 3 jam pada Senin (23/2/2026). Amblesnya Jembatan Sentong menghambat mobilitas ambulans dan Damkar. 

Ringkasan Berita:
  • Amblesnya Jembatan Sentong menghambat mobilitas ambulans dan Damkar.
  • Pasien rujukan dari Bondowoso ke Jember serta dari wilayah selatan menuju RSUD dr. Koesnadi dan RS Bhayangkara kini harus melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko menambah waktu tempuh.
  • Markas Damkar yang berada dekat jembatan terdampak membuat sejumlah armada dipindahkan ke area Pemkab Bondowoso.

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Amblesnya Jembatan Sentong yang menghubungkan Bondowoso-Jember berdampak signifikan terhadap dua layanan darurat untuk masyarakat Bondowoso, yakni tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dan ambulans.

​Sebagaimana diketahui, pasien dari Bondowoso sering kali dirujuk ke Jember untuk penanganan medis yang lebih berat.

Selain itu, pasien di sejumlah Puskesmas wilayah selatan Bondowoso juga kerap dirujuk ke RSUD dr. Koesnadi atau RS Bhayangkara di wilayah perkotaan dengan melintasi Jembatan Sentong.

​Masalah lainnya, Markas Komando (Mako) Damkar berada sangat dekat dengan lokasi kejadian, yakni sekitar 200 meter di sisi selatan jembatan.

Baca juga: Jalur Alternatif Bondowoso-Jember Rusak dan Licin, Warga Desak Perbaikan Sebelum April 2026

Pindah Markas​

Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi, menyatakan pihaknya telah memindahkan sejumlah armada dan peralatan ke kantor Pemkab Bondowoso yang berlokasi dekat Alun-alun Ki Bagus Asra.

Langkah ini diambil guna memastikan layanan tetap cepat, terutama saat terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya.

​“Tujuannya agar penanganan lebih cepat. Standar waktu penanganan efektif adalah 10-15 menit. Jika lebih dari itu, api dinilai akan sulit dikendalikan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).

​Beberapa unit yang telah dipindahkan meliputi mobil Rescue, Sentro, dan Water Supply.

“Kendaraan kami besar-besar. Kalau harus memutar lewat jalur alternatif, waktu tempuhnya akan jauh lebih lama,” jelasnya.

Baca juga: Jembatan Sentong Bondowoso Ambles, Wagub Jatim Emil Dardak Pastikan Segera Dibangun Ulang

Ambulans Ikuti Jalur Alternatif

​Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, dr. Moch. Jasin, mengatakan untuk sementara ambulans tetap mengikuti jalur alternatif sesuai arahan Dinas Perhubungan (Dishub).

​“Berbahaya jika dipaksakan melintas, kondisi jembatannya memang tidak memungkinkan,” katanya.

​Ia menambahkan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dishub Bondowoso agar kendaraan prioritas seperti ambulans mendapatkan kemudahan saat melewati jalur alternatif.

"Kami akan koordinasikan lagi, apakah ada jalur lain yang lebih memungkinkan untuk dilewati,” imbuhnya.

Untuk ambulans dari arah selatan, seperti Maesan dan Grujugan, diarahkan melewati Pemandian Tasnan dan tembus di Jalan Raya Tamanan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved