Dindik Jatim Gelar Mobile Training Unit, 150 Siswa Ikuti Pelatihan Vokasi

Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) kembali menggelar Mobile Training Unit (MTU)

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/Dindik Jatim
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai saat meninjau fasilitas Mobile Training Unit (MTU) sebagai pelatihan kompetensi vokasi bagi siswa SMK dan SMA Double Track 

 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Pendidikan Jawa Timur menggelar program Mobile Training Unit (MTU) untuk meningkatkan kompetensi vokasi siswa SMK dan SMA Double Track.
  • Pelatihan dipusatkan di wilayah Malang dan Batu pada 2–7 Maret 2026 dengan total 150 peserta dari lima sekolah.
  • Lima kompetensi yang diajarkan meliputi Teknik Sepeda Motor, Teknik Pendingin dan Tata Udara, Videografi, Fotografi, dan PLC.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) kembali menggelar program Mobile Training Unit (MTU) sebagai pelatihan kompetensi vokasi bagi siswa SMK dan SMA Double Track.

Tahun ini, pelaksanaan MTU difokuskan di wilayah Kota Malang dan Kota Batu, dengan total sasaran 150 siswa.

Pelatihan berlangsung pada 2–7 Maret 2026 dan dipusatkan di SMKN 10 Malang, SMKN 6 Malang, SMKN 9 Malang, SMKN 7 Malang, dan SMKN 11 Malang.

Lima kompetensi keahlian yang diberikan meliputi Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Videografi, Fotografi, serta Programmable Logic Controller (PLC).

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pemusatan pelaksanaan di satu wilayah bertujuan agar dampaknya lebih terasa bagi sekolah maupun masyarakat.

“Fokus di satu wilayah agar hasilnya lebih maksimal. Kalau dulu lima daerah dengan lima MTU, sekarang satu wilayah tetapi beberapa sekolah. Kehadiran UPT PTKK jadi lebih terasa dengan variasi kompetensi yang diberikan,” ujar Aries, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, selain menyasar SMK, program ini ke depan juga akan diperluas ke SMA Double Track yang belum memiliki fasilitas praktik standar. 

Sejumlah sekolah, kata dia, masih kekurangan laboratorium maupun peralatan praktik seperti otomotif, tata boga, dan video-fotografi.

“Kita tidak ingin mengirim peralatan besar beserta instruktur selama seminggu tanpa hasil yang linier. Karena itu ada pretest dan post test untuk mengukur capaian siswa,” jelasnya.

Ia menegaskan, pretest dan post test menjadi instrumen evaluasi untuk melihat perkembangan siswa selama enam hari pelatihan.

“Jadi ada data evaluasi. Ada pendahuluan sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah dilakukan pelatihan,” tegasnya.

Aries yang merupakan lulusan IPDN ini juga berharap kompetensi tata boga dapat segera digulirkan dalam program MTU, mengingat tingginya kebutuhan pasar kuliner. 

Menurutnya, siswa akan lebih antusias jika mendapatkan interaksi langsung dalam pelatihan praktik tata boga.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved