Tradisi dan Budaya di Jatim

Tradisi Pasar Bandeng di Gresik, Kemeriahan Ramadan yang Jadi Warisan Budaya Gerakkan Ekonomi Warga

Ramadan di Gresik semakin bermakna dengan Pasar Bandeng, tradisi bersejarah yang kini jadi Warisan Budaya Indonesia.

Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Willy Abraham
TRADISI PASAR BANDENG - Setiap malam 27 hingga 29 Ramadan, Pasar Bandeng digelar di Gresik, Jawa Timur sebagai tradisi bersejarah untuk menyambut Lebaran, kini diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, sekaligus untuk menggerakkan ekonomi warga. 

Tradisi tersebut berawal dari kebiasaan para santri yang membawa pulang bandeng sebagai oleh-oleh setelah menjalani iktikaf di Gresik menjelang Lebaran.

Melihat potensi bandeng yang melimpah, Sunan Giri kemudian mendorong masyarakat untuk tidak hanya membudidayakan, tetapi juga memasarkan hasil tambak mereka secara lebih luas.

Sejak saat itu, Pasar Bandeng terus berlangsung dan menjadi agenda rutin tahunan.

KONTES BANDENG GRESIK - Kontes Bandeng Kawak merupakan rangkaian tradisi Pasar Bandeng yang sudah ada sejak zaman Sunan Giri. Suasana kontes pasar bandeng tahun lalu.
KONTES BANDENG GRESIK - Kontes Bandeng Kawak merupakan rangkaian tradisi Pasar Bandeng yang sudah ada sejak zaman Sunan Giri. Suasana kontes pasar bandeng tahun lalu. (Humas Pemkab Gresik)

Kontes dan Lelang Bandeng Kawak Jadi Puncak Acara

Dalam perkembangannya, Pasar Bandeng tidak hanya menghadirkan aktivitas jual beli, tetapi juga diramaikan dengan Kontes dan Lelang Bandeng Kawak.

Festival ini digelar di Kawasan Wisata Heritage Bandar Grissee, sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Desa Bedilan.

Rangkaian acaranya meliputi live cooking olahan bandeng, makan bandeng gratis, santunan anak yatim, penayangan video sejarah Pasar Bandeng, hingga pemberian penghargaan kepada budayawan.

Puncaknya adalah pengumuman pemenang kontes bandeng terbesar. Tiga bandeng terbaik kemudian dilelang di atas panggung dan hasilnya menjadi bagian dari kemeriahan acara.

Tradisi lelang ini menjadi daya tarik tersendiri karena harga bandeng kawak bisa melambung tinggi serta menjadi simbol prestise bagi pemenang.

Baca juga: Ritukan, Tradisi Unik Membangunkan Sahur di Ujungpangkah Gresik

Harga Bandeng dan Antusiasme Warga

Setiap tahunnya, ratusan stan memadati kawasan Pasar Bandeng dan menghadirkan suasana yang semarak. 

Para pedagang yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari Gresik, tetapi juga datang dari berbagai daerah lain seperti Lamongan, Tuban, hingga Sidoarjo.

Bandeng yang dijual pun memiliki ukuran beragam, sehingga harganya menyesuaikan bobot. Untuk bandeng dengan berat sekitar 1 kilogram dibandrol mulai kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 60 ribu. 

Semakin besar ukurannya, harganya pun semakin tinggi.

Warga umumnya membeli bandeng untuk diolah menjadi menu khas Lebaran seperti kothok bandeng, bali bandeng, hingga otak-otak bandeng.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved