Ramadan 2026
Apakah Bergosip Membatalkan Puasa? Simak Penjelasan Hukumnya dalam Islam
Apakah bergosip saat puasa bisa membatalkan puasa? Simak penjelasan hukum ghibah dalam Islam dan dampaknya terhadap pahala ibadah Ramadan.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Ghibah adalah menyebutkan keburukan orang lain yang jika didengar akan membuatnya tidak senang, dan hukumnya haram dalam Islam.
- Bergosip saat berpuasa tidak membatalkan puasa secara fikih, namun dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.
- Islam mengajarkan umatnya menjaga lisan saat puasa agar ibadah tidak hanya sah, tetapi juga bernilai dan membawa ketakwaan.
TRIBUNJATIM.COM – Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk menjaga lisan dan perilaku sehari-hari.
Selain menahan lapar dan dahaga, puasa juga mengajarkan pengendalian diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah, salah satunya ghibah atau bergosip.
Di masyarakat, bergosip kerap dianggap sebagai hal biasa dalam percakapan sehari-hari.
Padahal dalam ajaran Islam, ghibah termasuk perbuatan tercela yang dilarang.
Lantas bagaimana hukum ghibah saat berpuasa? Apakah perbuatan tersebut membatalkan puasa atau hanya mengurangi pahala ibadah? Berikut penjelasannya.
Pengertian Ghibah dalam Islam
Ghibah secara bahasa berarti menyebutkan keburukan seseorang yang jika ia mendengarnya maka ia akan merasa tidak senang.
Berdasarkan kesepakatan ulama, ghibah hukumnya haram karena termasuk perbuatan yang menyakiti orang lain dengan membuka aibnya.
Bahkan dalam ajaran Islam, ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal, sebuah gambaran yang menunjukkan betapa buruknya perbuatan tersebut.
Ghibah juga tidak hanya terjadi melalui lisan, tetapi dapat dilakukan melalui tulisan atau komentar di media sosial yang berisi sindiran maupun pembicaraan negatif tentang orang lain.
Baca juga: Hukum Wudhu saat Masih Pakai Skincare atau Make Up, Sah atau Tidak?
Hukum Bergosip saat Puasa
Dosen Ilmu Hukum Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Suciyani, menjelaskan bahwa puasa memiliki dua aspek, yakni puasa secara fisik dan puasa secara spiritual.
Puasa secara fisik berkaitan dengan sah atau tidaknya ibadah puasa menurut hukum fikih. Sementara puasa secara spiritual berkaitan dengan pahala dan nilai ibadah yang diperoleh.
Menurut Suciyani, seseorang yang melakukan ghibah saat berpuasa memang tidak membatalkan puasanya, namun perbuatan tersebut dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.
gosip
ghibah
hukum gosip saat puasa
hukum ghibah saat puasa
Majelis Ulama Indonesia
Ramadan 2026
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Ramadhan 2026
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-Gosip.jpg)