Panik Stok BBM Disebut Sisa 26 Hari, Warga Bondowoso Serbu SPBU hingga Antrean Mengular

Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
BBM - Antrean BBM terpantau terjadi di SPBU Kembang, Kecamatan Bondowoso, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Antrean ini ditengarai terjadi akibat fenomena panic buying menyusul beredarnya informasi bahwa stok BBM Indonesia hanya tersedia untuk 26 hari. 

"Jangan melayani pengisian jeriken untuk mencegah panic buying. Jangan sampai pasokan yang harusnya aman untuk 20 hari ke depan, malah habis sebelum waktunya," tuturnya.

Kondisi serupa juga terpantau di SPBU Tamansari sekitar pukul 08.04 WIB. Antrean Pertalite terlihat mengular meski belum sampai meluap ke jalan raya.

"Antre tadi, jadi saya memilih beli Pertamax saja karena antrean Pertalite jauh lebih panjang," ujar Samsudi, warga Desa Bataan, Bondowoso.

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok dan Distribusi BBM Aman

Pertamina memastikan pasokan BBM di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara tetap aman. Stok energi disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa kondisi stok BBM saat ini berada pada level aman.

"Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di momen bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," tuturnya.

Ketersediaan tersebut terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai serta distribusi yang ditetapkan. Selain itu, Pertamina juga menjalankan pola build up stock sejak menjelang Idulfitri.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerapkan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok. Strategi ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga di tengah dinamika global.

"Kami melakukan pemantauan intensif, penguatan manajemen risiko, serta memastikan keselamatan pekerja dan keamanan aset perusahaan," pungkasnya.

Baca juga: Cadangan BBM Indonesia Sisa 20 Hari, Pengamat Ungkap Dampak Jika Perang AS-Israel vs Iran Tak Mereda

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved