Lebaran 2026

Sering Diucapkan saat Lebaran, Ini Arti Sebenarnya Minal Aidin Wal Faizin dan Asal-usulnya

Sering diucapkan saat Lebaran, ternyata banyak yang keliru memahami arti “Minal Aidin Wal Faizin.” Simak makna dan asal-usulnya.

Tribunnews.com
ARTI MINAL AIDIN WAL FAIZIN - Ilustrasi Sungkeman saat Lebaran. Ucapan “Minal Aidin Wal Faizin” kerap disampaikan saat Lebaran ketika bersilaturahmi. Frasa ini sebenarnya bermakna doa agar kembali ke fitrah dan meraih kemenangan setelah Ramadan. 

Ringkasan Berita:
  • “Minal Aidin Wal Faizin” sering disalahartikan sebagai “mohon maaf lahir dan batin”, padahal makna sebenarnya adalah doa agar kembali ke fitrah dan meraih kemenangan setelah Ramadan.
  • Ungkapan ini berasal dari bahasa Arab yang berarti “semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan menang”.
  • Di Indonesia, ucapan ini menjadi tradisi Lebaran dan sering disertai permintaan maaf sebagai simbol mempererat silaturahmi dan memperbaiki hubungan sosial.

 

TRIBUNJATIM.COM – Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, umat Muslim di Indonesia kerap mengucapkan kalimat “Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Ucapan ini hampir selalu terdengar saat bersilaturahmi dengan keluarga, teman, maupun kerabat.

Meski sudah sangat populer, ternyata masih banyak masyarakat yang salah memahami arti dari ungkapan tersebut.

Banyak yang mengira kalimat “Minal Aidin Wal Faizin” berarti permintaan maaf, padahal maknanya berbeda.

Berikut penjelasan mengenai arti, asal-usul, hingga tradisi penggunaan ucapan tersebut saat Lebaran.

Makna Sebenarnya “Minal Aidin Wal Faizin”

Dilansir dari kotasukabumi.baznas.go.id, frasa “Minal Aidin Wal Faizin” berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari beberapa kata.

  • Min berarti “dari”
  • Al-'Aidin berarti “orang-orang yang kembali”
  • Wal berarti “dan”
  • Al-Faizin berarti “orang-orang yang menang”

Jika diterjemahkan secara harfiah, kalimat ini bermakna “semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan orang-orang yang menang.”

Dalam konteks Idul Fitri, kata “kembali” dimaknai sebagai kembali kepada keadaan suci setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

Sedangkan “menang” merujuk pada keberhasilan seseorang dalam menahan hawa nafsu serta meningkatkan ketakwaan selama bulan suci.

Karena itu, anggapan bahwa “Minal Aidin Wal Faizin” berarti “mohon maaf lahir dan batin” sebenarnya kurang tepat.

Baca juga: Apa itu Bukber? Ini Arti dan Makna Buka Puasa Bersama saat Ramadan

Asal-usul Ungkapan “Minal Aidin Wal Faizin”

Dilansir dari Kompas.com, ungkapan ini bukan merupakan ucapan yang umum digunakan di negara-negara Timur Tengah saat Idul Fitri.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa frasa tersebut berasal dari kalimat yang lebih panjang, yakni:

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved