Lebaran 2026

Mengapa Tradisi Tukar Uang Baru Identik dengan Lebaran? Ini Sejarah dan Maknanya

Menjelang Lebaran, tradisi tukar uang baru kembali marak. Ternyata tradisi ini punya sejarah yang tak banyak diketahui.

Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/ Firman Rachmanudin
TUKAR UANG BARU JELANG LEBARAN - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat biasanya menukarkan uang lama dengan pecahan baru. Tradisi ini bukan hanya soal uang, tapi simbol awal yang bersih, rezeki yang baik, dan momen berbagi kebahagiaan setelah sebulan penuh berpuasa. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi tukar uang baru menjelang Lebaran dilakukan untuk dibagikan kepada anak-anak atau kerabat saat hari raya.
  • Uang baru melambangkan awal bersih setelah ramadan dan harapan rezeki yang lebih baik.
  • Permintaan uang pecahan kecil meningkat hingga memicu jasa penukaran informal.
  • Bank Indonesia menyediakan layanan resmi agar penukaran uang lebih aman.


TRIBUNJATIM.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi menukar uang lama menjadi uang baru kembali ramai dilakukan masyarakat di berbagai daerah. 

Aktivitas ini bahkan menjadi pemandangan yang hampir selalu muncul setiap Ramadan, terutama mendekati hari raya.

Antrean panjang terlihat di kantor bank, pusat perbelanjaan, hingga layanan kas keliling. 

Tidak sedikit pula masyarakat yang memanfaatkan jasa penukaran uang di pinggir jalan demi mendapatkan pecahan uang baru untuk dibagikan saat Lebaran.

Tradisi tersebut bukan sekadar soal nominal uang, melainkan memiliki makna sosial dan budaya yang kuat. 

Lembaran rupiah baru biasanya dimasukkan ke dalam amplop kecil untuk diberikan kepada anak-anak atau kerabat setelah saling bermaafan.

Dilansir dari Kompaspedia, uang baru sering dimaknai sebagai simbol awal yang bersih setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan. 

Sedangkan, uang yang masih rapi dianggap melambangkan harapan akan rezeki yang baik serta kehidupan yang diperbarui.

Biasanya, orang tua, kakek-nenek, atau kerabat yang lebih tua memberikan uang kepada anak-anak atau anggota keluarga yang belum berpenghasilan. 

Momen ini kerap menjadi salah satu tradisi yang paling dinantikan saat berkumpul bersama keluarga di hari raya.

Baca juga: Marak Penukaran Uang Baru di Pare Kediri, Polisi Minta Warga Waspada saat Transaksi

Tradisi Berbagi yang Menguatkan Silaturahmi

Bagi banyak keluarga di Indonesia, pembagian uang Lebaran menjadi ritual yang selalu berulang setiap tahun. 

Anak-anak biasanya berbaris setelah bersalaman dan meminta maaf, lalu menerima amplop berisi uang dari orang yang lebih tua.

Nilai uang yang diberikan bisa berbeda-beda, mulai dari pecahan kecil hingga nominal yang lebih besar. 

Namun, makna utama dari tradisi ini bukan pada jumlah uang, melainkan pada kebersamaan dan kebahagiaan yang tercipta saat hari raya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved