Lebaran 2026
Mengapa Opor Ayam Jadi Makanan Khas saat Lebaran? Ini Sejarah, Makna dan Filosofinya
Tak sekadar makanan khas Lebaran, opor ayam menyimpan sejarah akulturasi budaya Arab dan India serta makna filosofi tentang saling memaafkan.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Opor ayam merupakan hidangan khas Lebaran di Indonesia yang berasal dari akulturasi kuliner Arab dan India yang kemudian dimodifikasi masyarakat Nusantara dengan menggunakan santan.
- Masakan ini berkembang di wilayah pesisir dan Jawa serta memiliki berbagai variasi kuah, seperti kuah kuning dan putih, sesuai dengan selera lokal masyarakat.
- Opor ayam biasanya disajikan bersama ketupat saat Lebaran sebagai simbol kebersamaan dan makna saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
TRIBUNJATIM.COM – Hari Raya Idul Fitri di Indonesia identik dengan berbagai hidangan khas yang disajikan saat berkumpul bersama keluarga.
Salah satu makanan yang hampir selalu hadir di meja makan saat Lebaran adalah opor ayam.
Hidangan berkuah santan dengan bumbu rempah ini biasanya disajikan bersama ketupat, telur rebus, atau kentang.
Tidak hanya lezat, opor ayam juga memiliki sejarah panjang serta makna filosofis yang erat dengan tradisi Lebaran di Indonesia.
Berikut penjelasan mengenai asal-usul, perkembangan, hingga filosofi opor ayam yang menjadi hidangan khas saat Idul Fitri.
Asal-usul Opor Ayam di Indonesia
Dilansir dari Kompas.com, opor ayam sebenarnya merupakan hasil akulturasi budaya kuliner antara Indonesia dengan budaya Arab dan India.
Sejarawan kuliner dari Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman, menjelaskan bahwa opor merupakan modifikasi dari dua jenis masakan, yaitu gulai dari Arab dan kari dari India.
“Kalau pengaruh opor masuk ke Indonesia ini memang merupakan hasil dari akulturasi atau penyatuan budaya Indonesia dengan budaya asing, khususnya pengaruh Arab dan India,” ujar Fadly Rahman.
Masakan tersebut masuk ke Nusantara melalui para pedagang Arab dan India sekitar abad ke-15 hingga ke-16.
Mereka berdagang dan memperkenalkan berbagai teknik memasak berbumbu rempah di wilayah pesisir seperti Sumatera, Selat Malaka, dan Jawa.
Menurut Fadly Rahman, kawasan pesisir tersebut merupakan daerah pertama yang menerima pengaruh budaya Arab dan India, termasuk dalam hal kuliner.
Dari sinilah kemudian masyarakat lokal memodifikasi masakan kari dan gulai hingga menghasilkan hidangan baru yang dikenal sebagai opor.
Dilansir dari travel.kompas.com, masyarakat Nusantara menyesuaikan resep tersebut dengan bahan lokal.
opor ayam
Opor Ayam Lebaran
Sejarah Opor Ayam
Makna Opor Ayam saat Lebaran
Filosofi Opor Ayam saat Lebaran
Sunan Kalijaga
Hari Raya Idul Fitri
Lebaran 2026
Tribun Jatim
TribunJatim.com
| Manjakan Pemudik, Bale Santai Honda Jawa Timur Layani 7.235 Pengendara Selama Mudik Lebaran 2026 |
|
|---|
| Apel Perdana Usai Lebaran, Kapolres Jombang Apresiasi Operasi Ketupat dan Tekankan Soliditas |
|
|---|
| Mengenal Kupat Keteg Khas Gresik yang Unik, Dimasak dengan Air Endapan Minyak |
|
|---|
| Posko Lebaran 2026 Bandara Juanda Resmi Ditutup: Penumpang Tembus 766 Ribu, Jakarta Rute Terfavorit |
|
|---|
| Puasa Syawal dan Keutamaannya: Dari Penyempurna Ramadan hingga Penghapus Dosa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/resep-opor-ayam-yang-bisa-dijadikan-santapan-bersama-keluarga-saat-lebaran.jpg)