Tradisi dan Budaya di Jatim

Mengenal Gulat Okol Gresik, Tradisi Adu Kekuatan yang Lahir dari Kisah Kemarau Panjang

Berawal dari tradisi syukuran panen, Gulat Okol kini menjadi salah satu warisan budaya khas Gresik yang terus dilestarikan oleh masyarakat.

Dok. disparekrafbudpora.gresikkab.go.id
GULAT OKOL GRESIK - Tradisi gulat tradisional khas dari Desa Setro, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, yang diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur dalam ritual sedekah bumi. 

Ringkasan Berita:
  • Gulat Okol merupakan tradisi bela diri rakyat dari Desa Setro, Gresik, yang digelar sebagai bagian dari upacara sedekah bumi untuk mensyukuri hasil panen.
  • Tradisi ini berawal dari kisah kemarau panjang pada abad ke-19. Setelah hujan turun, warga meluapkan kegembiraan dengan saling dorong di atas jerami yang kemudian dikenal sebagai okol.
  • Tradisi ini masih dilestarikan, bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional pada 2021 dan salah satu atraksi wisata budaya di Gresik.

 

TRIBUNJATIM.COMKabupaten Gresik, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai daerah industri dan kota santri, tetapi juga memiliki berbagai tradisi budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat hingga kini.

Salah satu tradisi unik yang menjadi kebanggaan daerah tersebut adalah Gulat Okol, sebuah pertunjukan bela diri tradisional yang berasal dari Desa Setro, Kecamatan Menganti.

Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan adu kekuatan fisik, tetapi juga memiliki nilai sejarah, spiritual, serta menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen.

Hingga sekarang, Gulat Okol masih rutin digelar setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian upacara adat sedekah bumi.

Mengenal Tradisi Gulat Okol di Gresik

Tradisi Gulat Okol Gresik
Gulat Okol Gresik, tradisi adu kekuatan yang digelar masyarakat Desa Setro, Kecamatan Menganti, sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. (disparekrafbudpora.gresikkab.go.id)

Gulat Okol merupakan seni bela diri tradisional rakyat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Setro, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik

Tradisi ini menjadi bagian dari ritual sedekah bumi yang dilakukan masyarakat sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian.

Gulat Okol tidak hanya menampilkan ketangkasan fisik para pesertanya, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, sportivitas, serta penghormatan terhadap alam.

Dalam pertunjukan ini, dua orang peserta akan saling beradu kekuatan dengan teknik pegangan dan bantingan dalam sebuah arena khusus.

Meski terlihat seperti kompetisi, tujuan utama dari tradisi ini bukan untuk menyakiti lawan, melainkan sebagai hiburan rakyat sekaligus simbol persaudaraan di tengah masyarakat.

Baca juga: Mengenal Tradisi Pegon di Jember, Pawai Gerobak Sapi Menuju Pantai Watu Ulo Saat Lebaran Ketupat

Asal-usul Gulat Okol dari Kisah Kemarau Panjang

Sejarah Gulat Okol berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat agraris di Desa Setro. Tradisi ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-19.

Dilansir dari disparekrafbudpora.gresikkab.go.id, sekitar tahun 1817 wilayah Desa Setro pernah mengalami musim kemarau panjang.

Saat itu, ladang para petani mengering, tanaman banyak yang mati, dan hewan ternak kesulitan memperoleh makanan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved