Tradisi dan Budaya di Jatim

Mengenal Tradisi Pegon di Jember, Pawai Gerobak Sapi Menuju Pantai Watu Ulo Saat Lebaran Ketupat

Tradisi Pegon di Jember hadir setiap Lebaran Ketupat dengan pawai gerobak sapi menuju Pantai Watu Ulo, menjadi simbol kebersamaan warga pesisir.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Dok. ppid-desa.jemberkab.go.id
TRADISI PEGON JEMBER - Warga Jember, Jawa Timur merayakan Lebaran Ketupat dengan pawai pegon, gerobak tradisional yang ditarik sapi sembari membawa hidangan menuju Pantai Watu Ulo. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi Pegon di Jember merupakan pawai gerobak sapi yang digelar saat Lebaran Ketupat, dengan arak-arakan menuju Pantai Watu Ulo di Kecamatan Ambulu.
  • Warga membawa ketupat dan hidangan Lebaran untuk disantap bersama di pantai sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
  • Tradisi ini berawal dari kebiasaan warga sejak 1989 yang berwisata bersama menggunakan pegon.
  • Festival Pegon kini menjadi upaya melestarikan kendaraan tradisional sekaligus daya tarik wisata budaya di Jember.

 

TRIBUNJATIM.COM - Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki beragam tradisi unik yang masih dilestarikan hingga kini.

Salah satunya adalah Tradisi Pegon, sebuah perayaan budaya masyarakat pesisir selatan.

Perayaan ini digelar setiap tahun saat Lebaran Ketupat atau sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi Pegon juga dikenal melalui kegiatan pawai atau festival berupa arak-arakan gerobak tradisional yang dihias oleh warga.

Gerobak tersebut kemudian digunakan masyarakat untuk berjalan bersama menuju Pantai Watu Ulo di Kecamatan Ambulu, Jember.

Pegon sendiri merupakan pedati atau gerobak tradisional yang ditarik oleh sepasang sapi dan dahulu banyak digunakan masyarakat pedesaan untuk mengangkut barang maupun penumpang.

Melansir jemberkab.go.id, kendaraan ini biasanya dipakai untuk membawa hasil pertanian, pasir, atau material bangunan sebelum hadir kendaraan bermotor.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat menaiki pegon sembari membawa berbagai hidangan khas Lebaran seperti ketupat, lontong, dan sayur santan.

Setibanya di Pantai Watu Ulo, semua makanan yang dibawa kemudian disantap bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Tradisi pawai ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat yang kembali mempererat tali silaturahmi melalui momentum Lebaran.

Baca juga: Ritual Seblang Bakungan Banyuwangi, Tradisi Sakral yang Digelar Masyarakat Osing Sejak Ratusan Tahun

Pawai Pegon Menuju Pantai Watu Ulo

Pawai Pegon biasanya dimulai dari wilayah desa, salah satunya dari Balai Desa Sumberejo di Kecamatan Ambulu. 

Puluhan pegon yang telah dihias kemudian bergerak beriringan menuju kawasan wisata Pantai Watu Ulo yang berjarak beberapa kilometer dari desa.

Perjalanan pawai ini dapat menempuh jarak sekitar lima hingga enam kilometer. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved