Berita Jatim

Pemprov Jatim Minta Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying, Sebut Stok BBM dan LPG Aman

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memastikan stok BBM maupun LPG  aman menjelang Idul Fitri 2026 bahkan hingga libur lebaran selesai. 

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
Kepala Dinas ESDM Jatim Aris Mukiyono menjelaskan bahwa stok BBM dan LPG di Jatim dalam kondisi sangat aman dan sangat cukup, Rabu (18/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jawa Timur memastikan ketersediaan BBM bersubsidi, non-subsidi, dan LPG cukup aman menjelang Idul Fitri 2026, termasuk untuk menghadapi lonjakan permintaan, dengan stok cadangan rata-rata BBM dan LPG di atas batas minimal.
  • Distribusi energi didukung 1.482 SPBU, 900 Pertashop, dan 1.296 agen LPG, serta pengawasan rutin bersama Pertamina dan stakeholder untuk memastikan pasokan tepat sasaran dan lancar hingga puncak Lebaran.

 

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memastikan stok BBM maupun LPG  aman menjelang Idul Fitri 2026 bahkan hingga libur lebaran selesai. 

Ketersediaan BBM dan LPG dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk jika sampai ada lonjakan permintaan. Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat tenang dan tak melakukan panic buying untuk BBM maupun LPG. 

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Aris Mukiyono menegaskan bahwa kondisi stok energi di Jatim masih dalam batas aman, baik untuk BBM bersubsidi maupun non-subsidi.

“Kami pastikan stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri. Tak perlu khawatir apalagi panic buying,” ujar Aris, dalam diskusi media, Rabu (18/3/2026). 

Berdasarkan proyeksi distribusi energi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, ketahanan stok BBM di Jatim berada pada level aman dengan rata-rata cadangan dengan coverage days bervariasi di atas batas minimal. 

Baca juga: Stok BBM Dipastikan Aman sampai Idul Fitri, Anggota Komisi VI DPR RI: Tidak Perlu Panic Buying

Stok Pertalite tercatat memiliki ketahanan sekitar 8 hingga 12 hari, Pertamax 8,5 hingga 16 hari, serta Solar/Biosolar 4,1 hingga 9,3 hari.

Sementara itu, untuk jenis BBM non-subsidi lainnya, Pertamina Dex memiliki ketahanan stok sekitar 9 hingga 15 hari dan Pertamax Turbo berkisar 3,9 hingga 10,5 hari. Adapun untuk Avtur berada di kisaran 9 hingga 20 hari dan minyak tanah (kerosene) sekitar 4,4 hingga 15,3 hari.

Di sektor LPG, ketersediaan juga dipastikan aman dengan ketahanan stok mencapai 7,8 hingga 16,7 hari. Angka tersebut dinilai cukup untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi rumah tangga selama Ramadan.

Aris menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan berkala bersama Pertamina dan stakeholder terkait guna memastikan distribusi energi berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Kami terus mengecek stok secara rutin bersama penyalur agar layanan energi kepada masyarakat tetap optimal,” katanya.

Untuk mendukung distribusi, Jatim ditopang infrastruktur energi yang luas, meliputi 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.296 agen LPG yang tersebar di berbagai daerah. Selain itu, Satuan Tugas RAFI juga disiagakan untuk memastikan kelancaran pasokan hingga masa puncak Lebaran.

“Kebutuhan energi di Jawa Timur cukup besar, sehingga distribusi harus dijaga agar tetap lancar dan merata,” tegasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved