Sejarah di Jatim
Sejarah Candi Tepas, Jejak Peninggalan Majapahit di Blitar yang Masih Otentik
Candi Tepas di Blitar, peninggalan Majapahit yang unik tanpa relief, menyimpan misteri sejarah dan masih digunakan untuk tradisi warga.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Candi Tepas merupakan peninggalan Majapahit abad ke-13–14 di Blitar dengan fungsi sebagai tempat ibadah dan persinggahan.
- Struktur candi unik karena menggunakan batu dan bata, tanpa relief maupun prasasti sehingga asal-usulnya masih misterius.
- Hingga kini, Candi Tepas tetap dimanfaatkan masyarakat untuk tradisi seperti nyadran dan bersih desa sebagai bentuk pelestarian budaya.
TRIBUNJATIM.COM – Candi Tepas menjadi salah satu situs peninggalan sejarah yang berada di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Keberadaan candi ini menjadi bukti kejayaan masa lalu, khususnya pada era Kerajaan Majapahit.
Candi Tepas diperkirakan dibangun pada abad ke-13 hingga ke-14, sekitar tahun 1322–1400 Masehi. Nama “Tepas” sendiri berasal dari kata kedaton yang berarti tempat persinggahan.
Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, candi ini diduga digunakan sebagai tempat ibadah, musyawarah, hingga lokasi peristirahatan prajurit Majapahit dalam perjalanan menuju kawasan pendidikan seperti Candi Penataran.
Keberadaan Candi Tepas telah tercatat sejak masa kolonial Belanda, meskipun saat ditemukan kondisinya sudah runtuh dan banyak bagian batu yang aus.
Hingga kini, Candi Tepas masih menyimpan nilai historis tinggi meski bentuknya tidak lagi utuh seperti semula.
Struktur Unik dan Misteri Asal-usul Candi Tepas
Dilansir dari budaya-indonesia.org, Candi Tepas memiliki struktur yang cukup unik dibandingkan candi lain peninggalan Majapahit.
Hal ini terlihat dari penggunaan material batu trasit dan batu bata sebagai pondasi.
Sebagaimana dijelaskan dalam sumber yang sama, bagian utama candi terbuat dari batu vulkanik, sedangkan bagian dasar menggunakan bata merah. Kombinasi ini jarang ditemukan pada candi Majapahit lainnya.
Dikutip dari kec-kesamben.blitarkab.go.id, keunikan lain terletak pada bahan bangunan yang didominasi batu, berbeda dengan kebanyakan candi Majapahit yang menggunakan bata merah.
Candi ini tidak memiliki relief maupun prasasti yang dapat menjelaskan secara pasti sejarah pembangunannya. Hal ini membuat asal-usul Candi Tepas masih menjadi misteri.
Dengan minimnya bukti arkeologis, para peneliti hanya dapat memperkirakan usia dan fungsi candi berdasarkan struktur fisik yang tersisa.
Baca juga: Jejak Sejarah Candi Penataran Blitar, Kompleks Candi Hindu Terbesar di Jawa Timur
Latar Sejarah dan Dugaan Fungsi Keagamaan
Sejarah Candi Tepas
Peninggalan Majapahit di Blitar
Desa Tepas
Kecamatan Kesamben
Kabupaten Blitar
Jawa Timur
Kitab Negarakertagama
Majapahit
Dharmadhyaksa ring Kasogatan
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Candi Tepas
meaningful
Blitar
| Sejarah Kampung Coklat Blitar, Wisata Edukasi Populer yang Berawal dari Krisis Flu Burung |
|
|---|
| Museum Bung Karno di Blitar, Jejak Ribuan Koleksi Warisan Sejarah dan Pemikiran Sang Proklamator |
|
|---|
| Mengenal Situs Watu Gong Ketawanggede Kota Malang, Jejak Peradaban Kuno di Balik Restoran Cepat Saji |
|
|---|
| Jejak Museum HOS Tjokroaminoto Surabaya, Rumah Para Tokoh Pergerakan Bangsa Bergelut Ide Kemerdekaan |
|
|---|
| Menyusuri Rumah WR Soepratman Pencipta Lagu Indonesia Raya yang Kini Jadi Museum Sejarah di Surabaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Candi-Tepas.jpg)