BLK Tulungagung Gelar 14 Program Pelatihan Kerja 2026, Turun Drastis dari Tahun Lalu

Sejumlah 80 orang mengikuti program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga Kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/David Yohanes
PERLENGKAPAN BELAJAR - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Sigit Priyanto menyerahkan perlengkapan belajar kepada peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung, Selasa (31/3/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • BLK Tulungagung menyelenggarakan 14 program pelatihan kerja sepanjang 2026, turun signifikan dari 47 program pada 2025 karena efisiensi anggaran.
  • Tahap pertama terdiri dari 5 program, termasuk pengelola administrasi perkantoran, juru gambar bangunan, practical office advance, pengoperasian mesin produksi, dan servis sepeda motor sistem injeksi.
  • Peserta yang lolos uji kompetensi akan memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sejumlah 80 orang mengikuti program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga Kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung, Selasa (31/3/2026).

Mereka adalah bagian dari peserta 14 program pelatihan yang disiapkan BLK Tulungagung selama 2026.

Jumlah program pelatihan ini turun tajam, karena tahun 2025 lalu ada 47 program pelatihan.

Penurunan ini disebabkan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah.

“Untuk tahap awal ini ada 5 program. Nanti tahap kedua 5 program, dan tahap ketiga 4 program,” ungkap Kepala UPT BLK Kabupaten Tulungagung, Agus Setiawan.

Untuk tahap pertama, program pelatihan meliputi pengelola administrasi perkantoran,  juru gambar bangunan gedung, practical office advance, pengoperasian mesin produksi, dan servis sepeda motor sistem injeksi.

Khusus untuk servis sepeda motor injeksi, lama pelatihan 280 jam pelatihan atau setara 33 hari, sedangkan 4 program lainnya selama 260 jam pelatihan atau 33 hari.

Baca juga: Karena Ulah Pemotor Belok Sembarangan, Satu Orang Meninggal Dunia di Doroampel Tulungagung

Sumber pendanaan pelatihan ini dari APBD Provinsi Jawa Timur dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Jawa Timur.

“Harapannya pelatihan ini bisa menambah bekal keterampilan dan kompetensi warga Tulungagung dan Trenggalek, sesuai wilayah kerja kami,” sambung Agus.

Setelah pelatihan, para peserta akan mengikuti uji kompetensi.

Mereka yang lolos uji kompetensi akan mendapatkan sertifikasi yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Dengan keahlian yang didapat, mereka diharapkan bisa mendapat pekerjaan dan mendapatkan penghasilan yang layak.

“Semua pencari kerja usia 17-45 tahun bisa mendaftar menjadi peserta. Tentu kami melakukan seleksi,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved