Sejarah di Jatim
Kayangan Api Bojonegoro, Sumber Api Abadi 'Empu Supa' di Tengah Kawasan Hutan Lindung
Api tak pernah padam di tengah kawasan hutan lindung! Ini kisah Kayangan Api Bojonegoro, fenomena alam yang penuh dengan sejarah.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Kayangan Api di Bojonegoro dikenal sebagai sumber api abadi yang muncul dari gas alam dan tetap menyala meski diguyur hujan.
- Berada di kawasan hutan lindung, tempat ini menawarkan perpaduan keunikan alam dengan suasana yang masih asri.
- Kayangan Api juga lekat dengan legenda Empu Supa dari era Majapahit, memperkuat nilai sejarah dan kesakralannya.
- Hingga kini, api tersebut dimanfaatkan dalam berbagai ritual budaya dan menjadi daya tarik wisata unggulan.
TRIBUNJATIM.COM - Kayangan Api menjadi salah satu destinasi wisata alam sekaligus situs bersejarah yang berada di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Tempat ini dikenal sebagai sumber api abadi yang tidak pernah padam hingga kini.
Fenomena tersebut terjadi karena adanya gas alam yang keluar dari dalam tanah melalui rekahan, lalu tersulut sehingga menghasilkan api yang terus menyala.
Dilansir dari wisatabojonegoro.com, kondisi geologi ini juga disertai keberadaan mata air yang mengandung belerang di sekitar titik api.
Keunikan tersebut menjadikan Kayangan Api tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai fenomena alam langka.
Bahkan, api tetap menyala meski diguyur hujan deras.
Lokasi Kayangan Api sendiri berada di kawasan hutan lindung yang masih asri.
Suasana alami ini membuat tempat tersebut cocok untuk wisata sekaligus aktivitas budaya masyarakat setempat.
Selain faktor alam, Kayangan Api juga memiliki nilai historis dan kultural yang kuat.
Sejak dahulu, tempat ini telah dikenal sebagai lokasi penting dalam tradisi masyarakat Jawa.
Baca juga: Sejarah Monumen Soerjo di Ngawi, Mengenang Tragedi Gugurnya Gubernur Pertama Jawa Timur
Legenda Empu Supa dan Jejak Majapahit
Sejarah Kayangan Api tidak lepas dari legenda Empu Supa atau Mbah Kriyo Kusumo, seorang empu pada masa Kerajaan Majapahit.
Ia dikenal sebagai pandai besi yang membuat berbagai pusaka.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Empu Supa melakukan pertapaan di lokasi tersebut.
Di tempat inilah ia membuat berbagai senjata seperti keris, tombak, dan cundrik menggunakan api alami yang keluar dari dalam tanah.
Salah satu pusaka yang disebutkan adalah Keris Jangkung Luk Telu Blong Pok Gonjo.
Dengan keahliannya, ia kemudian diangkat menjadi empu kerajaan dan mendapat gelar Empu Kriya Kusuma.
Dikutip dari kompas.com, api di Kayangan Api diyakini sudah ada sejak zaman Majapahit dan berkaitan dengan aktivitas pertapaan Empu Supa.
Legenda ini memperkuat nilai sejarah sekaligus mistis dari lokasi tersebut.
Hingga kini, masyarakat sekitar masih mempercayai bahwa Kayangan Api memiliki unsur sakral.
Hal tersebut membuat tempat ini tidak hanya dipandang sebagai objek wisata, tetapi juga situs budaya.
Baca juga: Mengulik Sejarah Candi Rimbi Jombang, Situs Majapahit dengan Relief Unik 51 Panel
Tradisi dan Kepercayaan Masyarakat
Kayangan Api juga erat kaitannya dengan berbagai tradisi dan ritual masyarakat.
Sumber api tersebut kerap digunakan dalam upacara penting, baik tingkat daerah maupun budaya.
Menurut dinbudpar.bojonegorokab.go.id, api dari Kayangan Api hanya boleh diambil untuk keperluan tertentu, seperti upacara resmi.
Pengambilan api pun harus melalui serangkaian ritual seperti selamatan dan pertunjukan tayuban dengan gending khusus.
Tradisi ini masih dilestarikan hingga sekarang, termasuk dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro dan ruwatan massal.
Selain itu, masyarakat juga menggelar ritual nyadranan sebagai bentuk rasa syukur.
Pada waktu-waktu tertentu, seperti Jumat Pahing, banyak pengunjung datang untuk berdoa atau memohon harapan tertentu.
Mereka percaya lokasi ini memiliki nilai spiritual yang kuat.
Kayangan Api juga pernah digunakan sebagai sumber api dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XV Jawa Timur tahun 2000, yang semakin menegaskan perannya dalam kegiatan berskala besar.
Baca juga: Sejarah Candi Tepas, Jejak Peninggalan Majapahit di Blitar yang Masih Otentik
Perkembangan Menjadi Destinasi Wisata
Seiring waktu, Kayangan Api berkembang menjadi salah satu objek wisata unggulan di Bojonegoro.
Keunikan api abadi yang berada di tengah hutan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Fasilitas di Kawasan ini pun terus dilengkapi, mulai dari pendopo, jalan akses, hingga area kuliner sederhana.
Hal tersebut membuat pengunjung lebih nyaman saat datang ke lokasi.
Jaraknya yang sekitar 20–25 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro membuat Kayangan Api cukup mudah dijangkau.
Perjalanan menuju lokasi juga didukung akses jalan yang relatif baik.
Selain menikmati api abadi, pengunjung dapat merasakan suasana alam yang tenang, terutama saat malam hari.
Pertunjukan seni juga kerap digelar, khususnya saat bulan purnama.
Dengan perpaduan antara fenomena alam, sejarah, dan budaya, Kayangan Api menjadi salah satu destinasi yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga sarat makna bagi masyarakat Bojonegoro.
Kayangan Api
Kayangan Api Bojonegoro
Bojonegoro
Sejarah di Jatim
Tribun Jatim
sumber api abadi
Empu Supa
TribunJatim.com
wisata sejarah
Desa Sendangharjo
meaningful
hutan lindung
Majapahit
| Jejak Heroisme Museum Sepuluh Nopember, Napak Tilas Perjuangan Arek Suroboyo di Kota Pahlawan |
|
|---|
| Dari Bui Kolonial untuk Tokoh Nasional ke Wisata Sejarah, Kisah Panjang Penjara Kalisosok Surabaya |
|
|---|
| Monumen Peniwen Affair Malang, Saksi Tragedi Kemanusiaan Kekejaman Belanda yang Diakui Dunia |
|
|---|
| Klenteng Boen Bio, Pusat Ibadah Khonghucu Bersejarah di Kawasan Pecinan Surabaya |
|
|---|
| Sejarah Monumen Soerjo di Ngawi, Mengenang Tragedi Gugurnya Gubernur Pertama Jawa Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Sejarah-Kayangan-Api-Bojonegoro.jpg)