Jelang Muktamar NU, KH Anwar Iskandar Diusulkan Masuk AHWA
KH Anwar Iskandar diusulkan masuk AHWA oleh PBNU, AHWA berperan memilih Rais Aam Syuriyah melalui musyawarah
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- KH Anwar Iskandar diusulkan masuk AHWA oleh PBNU
- AHWA berperan memilih Rais Aam Syuriyah melalui musyawarah
- Dinilai memiliki kapasitas keilmuan, kepemimpinan, dan integritas
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), nama KH Anwar Iskandar mulai mencuat dan dinilai layak masuk dalam jajaran Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), lembaga yang berperan memilih Rais Aam Syuriyah PBNU.
Diantara nama yang mencuat dan dinilai layak untuk masuk AHWA adalah KH Anwar Iskandar.
Dikutip dalam berbagai sumber, AHWA merupakan lembaga atau sistem pemilihan khas di Nahdlatul Ulama yang terdiri dari sembilan ulama senior/sepuh terpercaya. AHWA bertugas memilih Rais Aam Syuriyah PBNU melalui musyawarah mufakat. Kiai Anwar dinilai layak masuk menjadi AHWA di Muktamar mendatang.
Usulan tersebut disuarakan oleh KH Ahmad Fahrur Rozi, Ketua PBNU Bidang Keagamaan. Kiai Anwar Iskandar dinilai sebagai sosok ulama yang dikenal luas karena keilmuan, kebijaksanaan serta rekam jejak kepemimpinannya. Sehingga, sangat layak masuk dalam AHWA.
Baca juga: Sosok Ulama Jombang Dorong Evaluasi Total Menjelang Muktamar NU, Soroti Integritas Kepanitiaan
Diusulkan oleh PBNU
"Kiai Anwar Iskandar bukanlah figur baru dalam dunia keulamaan dan organisasi. Beliau dikenal sebagai pendakwah yang handal, mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan bahasa yang sejuk, moderat, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan," kata Gus Fahrur kepada TribunJatim.com, Rabu (8/4/2026).
Kiai Anwar Iskandar adalah sosok kiai senior kelahiran Desa Berasan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur pada 24 April 1950. Ia adalah Pengasuh Ponpes Al-Amien Kediri Jawa Timur. Saat ini, Kiai Anwar Iskandar juga merupakan Ketua Umum MUI.
Baca juga: Pesan Tegas Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan soal Muktamar NU: Dari Dulu Bisa Selesaikan Masalah
Menurut Gus Fahrur, pengalaman Kiai Anwar Iskandar dalam memimpin MUI menjadi bukti kapasitas manajerial dan kepemimpinan yang mumpuni. Di bawah kepemimpinannya, MUI dinilai mampu menjalankan peran strategis sebagai jembatan antara umat, ulama, dan pemerintah.
Sosok Ulama dan Pemimpin
"Kemampuan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, menunjukkan sikap bijak dan visi kebangsaan yang kuat," ungkap Gus Fahrur.
Sebagai calon anggota AHWA, Kiai Anwar Iskandar dinilai memiliki kriteria yang lengkap yakni alim dalam ilmu agama, arif dalam bersikap, serta memiliki integritas tinggi. Sosok seperti ini dinilai sangat dibutuhkan untuk memastikan proses pemilihan kepemimpinan NU berjalan dengan penuh hikmah, objektivitas dan menjaga marwah organisasi.
Sehingga, Kiai Anwar Iskandar dipandang sebagai salah seorang figur yang layak dan strategis untuk mengemban amanah sebagai anggota AHWA dalam muktamar NU mendatang. "Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat NU sebagai organisasi keagamaan yang tetap teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta responsif terhadap perkembangan zaman," tandasnya.
| Anggota Komisi D DPRD Jatim Soroti Infrastruktur ke Tempat Wisata di Situbondo |
|
|---|
| KPK Geledah Rumah Direktur PDAU Madiun, Amankan Dokumen dan Handphone |
|
|---|
| Prediksi Barcelona vs Atletico Madrid di Liga Champions: Head to Head, Susunan Pemain dan Skor |
|
|---|
| Diduga Ribut Soal Tarif, Penghuni Kos di Gresik Lapor ke Polisi, Diancam Penjaga dengan Sajam |
|
|---|
| Hafal 30 Juz Al Quran, Aflaha Siswa di Banyumas Tak Menyangka Diterima 10 Universitas Luar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/KH-Ahmad-Fahrur-Rozi-Ketua-PBNU-Bidang-Keagamaann.jpg)