Gula Aren Pacitan Diekspor ke Australia hingga Belanda
Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Kabupaten Pacitan berhasil menembus pasar internasional
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- KTH Aren Lestari dari Pacitan berhasil mengekspor gula aren organik ke pasar internasional.
- Ekspor mencapai 12 ton dengan nilai lebih dari Rp535 juta ke Malaysia, Belanda, dan Australia.
- Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut ini bukti daya saing produk hutan Jatim.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Kabupaten Pacitan berhasil menembus pasar internasional. Bahkan tak tanggung-tanggung produk KTH asal Pacitan berhasil merambah pasar Asia, Eropa hingga Australia.
Keberhasilan ini ditunjukkan oleh KTH Aren Lestari yang berlokasi di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.
Kelompok tani hutan satu ini sukses mengekspor gula aren organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia dengan total volume mencapai 12 ton dan nilai transaksi lebih dari Rp535 juta.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekonomi kehutanan berbasis masyarakat.
“Ini menjadi bukti bahwa produk hasil hutan bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global,” ujar Khofifah, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: NTE KTH Jatim Melejit, Gubernur Khofifah: Alhamdulillah Tertinggi Nasional
Menurutnya, keberhasilan KTH Pacitan tidak terlepas dari penguatan kelembagaan kelompok tani hutan serta pendampingan intensif dari penyuluh kehutanan di lapangan.
Capaian ini juga sejalan dengan kinerja sektor kehutanan Jawa Timur secara keseluruhan. Pada Triwulan I Tahun 2026, Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) KTH Jawa Timur tercatat mencapai Rp367,95 miliar, tertinggi secara nasional dengan kontribusi sebesar 59,38 persen dari total nasional.
Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan ekspor dari Pacitan menjadi contoh konkret bagaimana potensi lokal mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi global jika dikelola secara berkelanjutan.
“Pendampingan berbasis potensi lokal terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka akses pasar internasional,” tegasnya.
Selain komoditas gula aren, pemerintah provinsi juga terus mendorong diversifikasi hasil hutan bukan kayu agar semakin banyak produk KTH yang mampu menembus pasar ekspor.
Ke depan, Gubernur Khofifah menegaskan, Pemprov Jawa Timur berkomitmen memperluas akses pasar global bagi kelompok tani hutan, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan menjaga kelestarian hutan.
“Keberhasilan KTH Pacitan ini kami harap dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani hutan lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di tingkat internasional,” pungkas Khofifah
| SPMB 2026 Jatim Resmi Diluncurkan, Ada Golden Ticket untuk Ketua OSIS dan Penghafal Quran |
|
|---|
| Gubernur Jatim Khofifah Instruksikan Distribusi Air Bersih dan Pantau Titik Api Jelang Kemarau |
|
|---|
| LPG 3 Kg Dijaga Ketat, Gubernur Khofifah Minta Warga Jatim Gunakan Energi Secara Bijak |
|
|---|
| LKPJ 2025 Penuhi Standar Regulasi, Khofifah Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Transparan |
|
|---|
| NTE KTH Jatim Melejit, Gubernur Khofifah: Alhamdulillah Tertinggi Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Khofifah-Indar-Parawansa-menyampaikan-capaian-membanggakan-sektor-kehutanan.jpg)