LPG 3 Kg Dijaga Ketat, Gubernur Khofifah Minta Warga Jatim Gunakan Energi Secara Bijak

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan LPG dan BBM di tengah krisis geopolitik global

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
Humas Pemprov Jatim
BIJAK - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pangkalan LPG di Mojokerto, Selasa (7/4/2026). Khofifah menekankan agar masyarakat bijak menggunakan LPG dan BBM, pastikan Pemprov perketat pengawasan untuk cegah spekulan.  

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jatim pastikan stok LPG dan BBM aman.
  • Masyarakat diminta tidak panic buying atau menimbun energi.
  • Distribusi diawasi ketat agar tepat sasaran, khususnya LPG subsidi.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYAGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying LPG maupun BBM di tengah dinamika krisis geopolitik global.

Ia memastikan stok energi di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi.

Tak hanya itu ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Sebab adanya panic buying justru akan membuat stok terganggu karena permintaan berlebihan.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi energi berjalan lancar, tepat sasaran, serta terhindar dari praktik spekulasi.

Baca juga: LPG 3 Kg Tuban Langka, Pemprov Jatim dan Pertamina Turun Tangan Tambah 12 Ribu Tabung

Distribusi Diawasi Ketat

“Berdasarkan pemantauan kami bersama pihak terkait, stok LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan,” ujar Khofifah, Selasa (7/4/2026). 

Menurut Khofifah, stabilitas pasokan LPG dan BBM menjadi prioritas perhatian  Pemprov Jatim dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat, khususnya rumah tangga, UMKM, petani, hingga nelayan sebagai pengguna utama energi subsidi. 

Baca juga: LPG 3 Kg Tuban Langka, Pemprov Jatim dan Pertamina Turun Tangan Tambah 12 Ribu Tabung

Oleh karena itu, pengawasan distribusi terus diperketat untuk memastikan penyaluran tetap merata, tepat sasaran, serta mencegah adanya penimbunan maupun permainan harga oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Pemprov Jatim terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, DPD V Hiswana Migas Jatimbalinus, PT. Pertamina Patra Niaga jatimbalinus (agen,pangkalan merupakan binaan Pertamina), TNI/Polri (satgas pangan) guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa kendala. 

LPG Subsidi Harus Tepat Sasaran

Upaya ini dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi di lapangan.

“Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan secara intensif. Kami ingin memastikan distribusi LPG berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan LPG, khususnya tabung 3 kilogram,” tegasnya.

Sebagai bentuk penguatan tata kelola distribusi, Pemprov Jatim telah menerbitkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Liquified Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 pada Maret 2025.

Melalui keputusan tersebut, dibentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian LPG tabung 3 kilogram tingkat provinsi yang memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi LPG berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Keputusan Gubernur untuk tahun ini juga sedang dalam proses pembaruan di Biro Hukum dan dikoordinasikan Biro Perekonomian. Tim ini menjadi garda terdepan dalam memastikan distribusi LPG berjalan efektif dan akuntabel,” jelas Khofifah.

Adapun tugas Tim Koordinasi meliputi pelaksanaan sosialisasi serta koordinasi dengan bupati/walikota dan pihak terkait dalam pendistribusian LPG tabung 3 kilogram. Selain itu, tim juga bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan bersama Tim Koordinasi Kabupaten/Kota, baik dalam satu wilayah maupun lintas daerah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved