Berita Lumajang
Lumajang Alami Krisis LPG 3 Kilogram, Bupati Indah: 1.000 Tabung Ditimbun Pangkalan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur telah melakukan penelusuran akar masalah kelangkaan elpiji melon seusia hari Raya Idul Fitri.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Pemkab Lumajang menemukan kelangkaan elpiji 3 kg setelah Lebaran disebabkan praktik penimbunan oleh pangkalan.
- Sekitar 1.000 tabung kosong dan 500 tabung berisi ditimbun lalu dijual 2 hari kemudian dengan harga naik hingga Rp30–35 ribu untuk memanfaatkan kepanikan masyarakat.
- Bupati Indah Amperawati menyerahkan bukti ke polisi dan Pertamina untuk menindak serta menutup pangkalan yang terlibat.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur telah melakukan penelusuran akar masalah kelangkaan elpiji melon seusia hari Raya Idul Fitri.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan ada sebanyak 1000 tabung sengaja ditimbun oleh pangkalan. Kata dia, hal itu terungkap setelah dilakukan penelusuran dilapangan.
Menurutnya, sejumlah pangkalan diduga kuat telah menimbun lebih dari 1.000 tabung kosong, serta ada 500 tabung berisi sengaja mereka tahan.
“Ini titik masalahnya. Mereka menimbun, baru dijual dua hari kemudian dengan harga Rp30-35 ribu,” ujarnya saat rapat koordinasi kelangkaan, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Sampang Krisis LPG 3 Kilogram, Harganya Kini Meroket hingga Rp25 Ribu per Tabung
Dia menjelaskan hal ini sengaja mereka lakukan untuk memanfaatkan kepanikan masyarakat saat menjelang lebaran. Sebab tabung gas melon di momen tersebut merupakan kebutuhan penting.
Selain itu, dia menilai hal tersebut dapat dilihat dari harga elpiji subsidi melambung jauh di atas harga resmi. Ia mengungkapan ada warga yang rela membayar mahal asalkan tabung tersedia.
"Setidaknya lima pangkalan terlibat dalam praktik penimbunan dan menaikkan harga elpiji 3 kilogram. Ini perhatian serius bagi semua yang memiliki kewenangan terhadap distribusi elpiji 3 kilogram. Kami tidak bisa membiarkan hak masyarakat dirugikan,” jelas kata perempuan yang akrab disapa Bunda Indah ini.
Indah mengaku telah menyerahkan bukti pelanggaran pangkalan nakal tersebut kepada polisi berupa foto dan video, supaya mereka ditindak secara hukum.
"Bukti video dan foto juga kami serahkan kepada SBM Pertamina agar segera ditutup hari ini," bebernya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Ratusan Anak di Lumajang Diduga Terpapar Campak, Rumah Pasien Bakal Didatangi Nakes |
|
|---|
| Warga Lumajang Curiga Lihat Gundukan Tanah, Saat Dibongkar Ternyata Ada Bayi Dibungkus Daun Pisang |
|
|---|
| Remaja di Lumajang 4 Hari Hilang, Kini Sudah Ditemukan di Sungai Menjangan |
|
|---|
| Muncul Retakan Sejak Akhir Pekan, Jalan Pronojiwo–Tempursari Lumajang Longsor seusai Hujan Deras |
|
|---|
| Digelar di Lumajang, Gerai Penukaran Uang di Pendopo Arya Wiraraja Diserbu Warga Pada Hari Pertama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PENIMBUNAN-ELPIJI-Bupati-Indah-Amperawati-saat-inspeksi-di-pangkalan-elpij.jpg)