Berita Sampang

Sampang Krisis LPG 3 Kilogram, Harganya Kini Meroket hingga Rp25 Ribu per Tabung

Warga Kabupaten Sampang, Madura dibuat resah akibat langkanya tabung gas LPG 3 kilogram di pasaran, Kamis (9/4/2026).

Tayang:
Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Hanggara Syahputra
LPG LANGKA : Warga Kabupaten Sampang, Madura dibuat resah akibat langkanya tabung gas LPG 3 kilogram di pasaran, Kamis (9/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kabupaten Sampang, Madura menghadapi kelangkaan tabung gas LPG 3 kg, sehingga harus berkeliling mencari stok, sementara harga jual melonjak hingga Rp25 ribu per tabung, melebihi HET normal Rp20 ribu.
  • Kondisi serupa terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Kedungdung, memaksa warga tetap membeli meski harga tinggi karena gas LPG menjadi kebutuhan utama untuk memasak.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Warga Kabupaten Sampang, Madura dibuat resah akibat langkanya tabung gas LPG 3 kilogram di pasaran, Kamis (9/4/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, gas bersubsidi itu sulit ditemukan, sementara harga jualnya melonjak jauh di atas ketentuan.

Di sejumlah pengecer atau warung, stok LPG melon cepat habis.

Sehingga, warga harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan tabung gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Baca juga: Polisi Sebut Ada Dugaan Penimbunan di Balik Kelangkaan LPG 3 Kg di Lumajang, Bupati Serahkan Bukti

'Sudah muter ke beberapa warung dan pangkalan, tapi tetap kosong. Kalaupun ada, harganya sampai Rp25 ribu per tabung" kata Ulfa, Ibu rumah tangga asal Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Sampang

Lonjakan harga tersebut dinilai memberatkan, sebab melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang biasanya berada di kisaran Rp20 ribu per tabung dalam kondisi normal.

Kelangkaan dan kenaikan harga juga dirasakan warga di Kecamatan Kedungdung. 

Amir Muslim, warga Desa Daleman, mengaku kondisi serupa terjadi di wilayahnya.

"Di desa saya juga sama, sulit didapat dan harganya naik sampai Rp25 ribu," katanya.

Menurutnya, meski harga tinggi, warga tidak punya pilihan lain karena gas LPG menjadi kebutuhan utama untuk memasak.

"Mau tidak mau harus beli, meskipun mahal," terangnya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. 

Mereka meminta distribusi LPG 3 kilogram diawasi lebih ketat agar pasokan kembali stabil dan harga tidak dimainkan di tingkat pengecer.

"Jika kondisi ini terus berlanjut, kami khawatir beban ekonomi rumah tangga akan semakin berat," pungkasnya. 

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved