Pilu Warga Bondowoso, Nekat Hendak Masuk Rumah yang Terbakar, Selamatkan Uang hasil Jual Anak Sapi

Kebakaran hebat melanda dua rumah di Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan Bondowoso, pada Rabu (15/4/2026).

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
KEBAKARAN - Tim Damkar Bondowoso bersama Polri-TNI serta warga saat melakukan pendinginan kebakaran dua rumah di Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, pada Rabu (15/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dua rumah milik warga ludes terbakar saat ditinggal pemilik
  • Pemilik nekat masuk kobaran api untuk menyelamatkan uang Rp6 juta
  • Kerugian ditaksir mencapai Rp60 juta

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sinca Ari Pangestu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Kebakaran hebat melanda dua rumah warga di Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (15/4/2026). 

Dua rumah yang berdampingan hangus terbakar hingga rata dengan tanah.

Pantauan di lokasi, sejumlah masyarakat berusaha memadamkan api yang membesar pada sekitar pukul 10.30 WIB.

Kemudian tim Damkar datang berusaha melakukan pemadaman api yang masih berkobar.

Diketahui rumah tersebut merupaka milik Bu Nawawi dan H. Munir.

Asmawati, saudara korban mengatakan pemilik rumah sedang tak ada di lokasi saat kejadian karena sedang beraktivitas di rumah perangkat desa.

Baca juga: Kebakaran Hebat Rumah Lantai 3 di Krembangan Surabaya, 11 Unit Damkar Dikerahkan

Warga Berupaya Padamkan Api

Kobaran api bahkan kali pertama diketahui oleh tetangganya yang melihat.

"Jerit-jerit langsung, warga yang lain datang juga," ungkapnya.

Warga langsung melepas sapi pemilik rumah agar tak ikut terbakar.

Baca juga: Perbaikan Jembatan Sentong Bondowoso Ditarget Selesai 8 Bulan, Warga Disiapkan Jembatan Darurat

Sembari menunggu tim Damkar, warga menghabiskan hampir 2 sumur air untuk memadamkan api di rumah yang mayoritas bangunannya dari kayu itu.

"Dua sumur sampai habis," jelasnya.

Aksi Nekat Pemilik Rumah

Aksi pemadaman kian berlangsung dramatis, karena pemilik rumah Bu Nawawi yang baru datang memaksa masuk dalam kobaran api untuk menyelamatkan uang tunainya sebesar Rp6 juta di dalam almari.

Warga lain menarik korban, dan warga perempuan pun memegangi korban yang menangis histeris.

Menurut Asmawati, wajar saja jika pemilik rumah memaksa masuk karena uang tersebut didapat dari menjual anakan sapi sekitar 2 minggu lalu. Kemudian disimpan di dalam lemari untuk memperbaiki rumahnya yang sudah nyaris roboh.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved