Tradisi dan Budaya di Jatim
Pesona Tari Jaran Slining, Dari Ritual Penghormatan Leluhur Kini Jadi Daya Tarik Wisata
Berawal dari ritual upacara adat di Lumajang, Tari Jaran Slining kini berkembang jadi hiburan rakyat yang sarat makna dan pesona budaya Pendalungan.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Tari Jaran Slining merupakan kesenian tradisional khas Lumajang yang memadukan tari, musik, dan cerita rakyat, berkembang dari Jaran Kencak.
- Awalnya bagian ritual penghormatan leluhur dan syukur panen, kini menjadi hiburan rakyat dan tampil di ruang terbuka.
- Ciri khasnya gerakan dinamis, properti kuda tiruan, iringan gamelan-danglung, serta akulturasi dari budaya Jawa-Madura.
- Kini dikemas modern dan didukung pelestarian, menjadikannya daya tarik wisata sekaligus identitas budaya Lumajang.
TRIBUNJATIM.COM - Tari Jaran Slining merupakan salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang hingga kini masih terus dilestarikan.
Tarian ini dikenal sebagai pertunjukan yang memadukan unsur tari, musik, dan cerita rakyat dalam satu sajian yang menarik.
Tari Jaran Slining lahir dari perkembangan kesenian Jaran Kencak yang lebih dahulu populer di Lumajang.
Dalam pertunjukannya, tarian ini menggunakan properti berupa kuda tiruan yang dihias dengan beragam aksesoris, mencerminkan nuansa kerajaan serta budaya lokal.
Selain itu, tarian ini umumnya dibawakan oleh dua orang penari.
Satu penari berperan sebagai penunggang kuda, sementara penari lainnya sebagai pengencak atau pemecut yang mengiringi gerakan dengan membawa pecut.
Kesenian ini juga menunjukkan akulturasi budaya Jawa dan Madura yang kuat.
Hal tersebut terlihat dari kostum penari yang didominasi warna merah, kuning, dan hijau yang melambangkan keberanian, kelembutan, serta keceriaan.
Gerakan tari yang dinamis dan rancak, ditambah iringan musik tradisional seperti gamelan dan danglung, semakin memperkuat karakter khas budaya Pendalungan di Lumajang.
Baca juga: Tari Klanthung Ngawi, Kesenian Magis Selama Bulan Suro yang Lahir dari Tradisi Ronda Desa
Berawal dari Tradisi hingga Menjadi Hiburan Rakyat
Tari Jaran Slining awalnya berkembang dari tradisi masyarakat Lumajang yang berkaitan dengan upacara adat.
Dilansir dari Kompasiana.com, kesenian ini digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur dan harapan akan keberkahan, terutama dalam hasil panen.
Seiring berjalannya waktu, fungsi tersebut mengalami perkembangan. Tari Jaran Slining kemudian menjadi hiburan rakyat yang banyak diminati, khususnya oleh masyarakat kalangan bawah pada masa lalu.
Pertunjukan ini biasanya digelar di ruang terbuka seperti alun-alun atau lapangan.
Tari Jaran Slining
tradisi dan budaya di Jatim
Lumajang
Jawa Timur
Tribun Jatim
kesenian tradisional
tari
kebudayaan
TribunJatim.com
Jaran Slining
wisata budaya
identitas budaya
meaningful
Jaran Kencak
ritual penghormatan leluhur
| Tradisi Unik Idul Adha di Malang, Arak-Arakan Hewan Kurban Jadi Warisan Syiar dan Wisata Religi |
|
|---|
| Tradisi Singo Ulung di Bondowoso, Kesenian Tari yang Lahir dari Legenda Kiai Singo Wulu |
|
|---|
| Grebeg Tengger Tirto Aji, Tradisi Pengambilan Air Suci yang Jadi Simbol Syukur dan Harmoni Alam |
|
|---|
| Tradisi Mbabar Mbubur Suro Malang, Ritual Sakral Menyambut Tahun Baru Islam di Makam Ki Ageng Gribig |
|
|---|
| Meriahnya Tradisi Tumpengan Manggis di Jombang, Dari Kirab hingga Rebutan Dua Ton Buah Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tari-Jaran-Slining.jpg)