BKAD Pasuruan Perkuat Pengelolaan Aset Lewat Digitalisasi, Dorong Transparansi & Efisiensi

Dengan sistem digital, proses administrasi diharapkan jadi lebih sederhana, cepat, dan minim kendala.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
BKAD - Para undangan dan narasumber yang hadir dalam acara konsultasi publik BKAD Kabupaten Pasuruan berfoto bersama usai kegiatan. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Pasuruan terus mendorong optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).
  • Ke depan, pengelolaan BMD tidak cukup hanya mengandalkan pola konvensional, maka harus digital.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendorong optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Upaya ini diperjelas dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/4/2026), di Hotel Dalwa.

Baca juga: Truk Tangki Tabrak Pohon di Solokuro Lamongan, Sopir Diduga Kurang Konsentrasi

Kepala BKAD Kabupaten Pasuruan, Yuswianto menyampaikan, forum ini menjadi ruang terbuka untuk menyatukan pandangan antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mengelola aset daerah secara lebih optimal.

"Forum ini menjadi sarana kolaborasi, agar pengelolaan aset daerah tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga memberi manfaat nyata dan bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan BMD ke depan tidak cukup hanya mengandalkan pola konvensional.

Dibutuhkan langkah pembaruan, salah satunya melalui digitalisasi sistem pengelolaan aset yang terintegrasi.

Fokus utama optimalisasi tersebut mencakup pemanfaatan aset daerah, khususnya dalam skema sewa tanah dan pinjam pakai.

Dengan sistem digital, proses administrasi diharapkan menjadi lebih sederhana, cepat, dan minim kendala.

"Melalui aplikasi aset yang terintegrasi, kami ingin memastikan pelayanan menjadi lebih efisien, transparan, dan mudah diakses," jelasnya.

Yuswianto menambahkan, digitalisasi ini juga menjadi langkah strategis untuk meminimalkan potensi permasalahan administratif sekaligus meningkatkan akurasi data aset daerah.

Dengan demikian, kata dia, pemanfaatan aset bisa lebih tepat sasaran dan memberikan nilai tambah bagi daerah.

"Harapannya, seluruh aset daerah bisa dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya tercatat, tetapi juga produktif dan berdampak," imbuhnya.

Melalui penguatan sistem dan kolaborasi lintas sektor, ia optimistis pengelolaan BMD dapat semakin tertata.

Sekaligus menjadi salah satu penopang peningkatan pendapatan daerah di masa mendatang.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved