LPG 12 Kg dan 5,5 Kg Langka di Lumajang, Pengusaha Restoran Kelimpungan
Keberadaan elpiji non subsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami kelangkaan dalam beberapa hari terakhir.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Elpiji non subsidi di Lumajang mengalami kelangkaan akibat lonjakan permintaan.
- Pengusaha restoran kesulitan mendapatkan pasokan tabung gas 12 kg dan 5,5 kg.
- Permintaan meningkat setelah adanya imbauan pelarangan penggunaan elpiji 3 kg untuk usaha.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM,LUMAJANG - Keberadaan elpiji non subsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami kelangkaan dalam beberapa hari terakhir.
Kini, warga berkemampuan ekonomi menengah ke atas hingga para pengusaha di Kota Pisang mulai kelimpungan mencari tabung warna merah muda.
Arif, seorang manajer resto di Lumajang mengaku harus berputar-putar kota Lumajang untuk mendapatkan gas elpiji non elpiji, sebab beberapa toko langganannya sudah kehabisan stok akibat permintaan melonjak.
"Tadi ada yang jual pas mau saya beli katanya sudah dipesan sama (dapur) MBG," kata Arif di Lumajang, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini mengakibatkan pengusaha makin tercekik, mengingat pemerintah juga sudah melarang mengunakan tabung gas subsidi.
"Katanya gak boleh pakai yang 3 Kilo, tapi mau beli yang 12 kilo, malah sulit," keluh Arif.
Baca juga: Ngerinya Tragedi Truk Trailer Seruduk 4 Kendaraan di Jalur Probolinggo-Lumajang, 4 Orang Tewas
Permintaan Naik Drastis di Agen
Sementara itu, Mita, pegawai agen Elpiji non-subsidi membenarkan hal tersebut.
Katanya, semenjak ada penegasan dari Bupati Lumajang Indah Amperawati pelarangan pegawai mengunakan elpiji 3 kilogram, permintaan elpiji non-subsidi meningkat drastis.
Mita menjelaskan Sebelum ada penegasan Bupati Lumajang, permintaan elpiji 12 Kg hanya 150 tabung dari stok 350 tabung sehari.
Baca juga: Ngerinya Tragedi Truk Trailer Seruduk 4 Kendaraan di Jalur Probolinggo-Lumajang, 4 Orang Tewas
Begitu juga dengan tabung gas isi 5,5 Kilogram. Mita mengatakan biasanya hanya laku 50 tabung dari total 100 tabung yang dimiliki agennya.
"Setelah ada imbauan itu banyak pengusaha restoran yang cari tabung pink, ditambah MBG banyak yang jalan. jadi semakin banyak yang cari (tabung non subsidi)," jelasnya.
Dampak ke Distribusi dan Risiko Kelangkaan Subsidi
Senafas dengan hal itu, Sekretaris DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) wilayah Besuki, Joko Cahyono, berharap, Pertamina segera tambah pasokan elpiji non-subsidi di Lumajang.
Pasalnya jika stok tidak cukup dan sulit didapat. Joko khawatir pengusaha dan warga yang tidak berhak menerima elpiji subsidi justru akan memborong kembali tabung gas melon.
"Risikonya, kelangkaan elpiji 3 Kg bisa kembali terjadi. Mohon dengan sangat pertamina untuk menambah pasokan LPG di Kabupaten Lumajang," kata Joko.
LPG nonsubsidi
harga LPG nonsubsidi
elpiji
berita lumajang hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Mahasiswa di Surabaya Jadi Korban Begal Modus Interogasi, Motor Baru Lunas Raib Dicuri |
|
|---|
| Profil Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam di Bandara, Pelaku Balas Dendam |
|
|---|
| Kotak Misterius Gegerkan Warga Tulungagung Dikira Bahan Peledak Ternyata Berisi Daging Grill |
|
|---|
| Media Amerika Bocorkan Kekuatan Sebenarnya Iran, Pantas Mojtaba Khamenei-Masoud Pezeshkian Tak Takut |
|
|---|
| Performa Kokoh, Fitur Multifungsi serta Space Luas Jadikan Yamaha Gear Ultimate Andalan Pelaku UMKM! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/lpg-nonsubsidi-di-lumajang-mulai-langka.jpg)