LPG 12 Kg dan 5,5 Kg Langka di Lumajang, Pengusaha Restoran Kelimpungan

Keberadaan elpiji non subsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami kelangkaan dalam beberapa hari terakhir.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
LANGKA - Bupati Indah Amperawati bersama Pertamina saat inspeksi di egen elpiji di Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026) Elpiji non subsidi di Lumajang mulai langka. 

Ringkasan Berita:
  • Elpiji non subsidi di Lumajang mengalami kelangkaan akibat lonjakan permintaan.
  • Pengusaha restoran kesulitan mendapatkan pasokan tabung gas 12 kg dan 5,5 kg.
  • Permintaan meningkat setelah adanya imbauan pelarangan penggunaan elpiji 3 kg untuk usaha.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM,LUMAJANG - Keberadaan elpiji non subsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami kelangkaan dalam beberapa hari terakhir. 

Kini, warga berkemampuan ekonomi menengah ke atas hingga para pengusaha di Kota Pisang mulai kelimpungan mencari tabung warna merah muda.

Arif, seorang manajer resto di Lumajang mengaku harus berputar-putar kota Lumajang untuk mendapatkan gas elpiji non elpiji, sebab beberapa toko langganannya sudah kehabisan stok akibat permintaan melonjak.

"Tadi ada yang jual pas mau saya beli katanya sudah dipesan sama (dapur) MBG," kata Arif di Lumajang, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, kondisi ini mengakibatkan pengusaha makin tercekik, mengingat pemerintah juga sudah melarang mengunakan tabung gas subsidi.

"Katanya gak boleh pakai yang 3 Kilo, tapi mau beli yang 12 kilo, malah sulit," keluh Arif.

Baca juga: Ngerinya Tragedi Truk Trailer Seruduk 4 Kendaraan di Jalur Probolinggo-Lumajang, 4 Orang Tewas

Permintaan Naik Drastis di Agen

Sementara itu, Mita, pegawai agen Elpiji non-subsidi membenarkan hal tersebut.

Katanya, semenjak ada penegasan dari Bupati Lumajang Indah Amperawati pelarangan pegawai mengunakan elpiji 3 kilogram, permintaan elpiji non-subsidi meningkat drastis.

Mita menjelaskan Sebelum ada penegasan Bupati Lumajang, permintaan elpiji 12 Kg hanya 150 tabung dari stok 350 tabung sehari.

Baca juga: Ngerinya Tragedi Truk Trailer Seruduk 4 Kendaraan di Jalur Probolinggo-Lumajang, 4 Orang Tewas

Begitu juga dengan tabung gas isi 5,5 Kilogram. Mita mengatakan biasanya hanya laku 50 tabung dari total 100 tabung yang dimiliki agennya.

"Setelah ada imbauan itu banyak pengusaha restoran yang cari tabung pink, ditambah MBG banyak yang jalan. jadi semakin banyak yang cari (tabung non subsidi)," jelasnya.

Dampak ke Distribusi dan Risiko Kelangkaan Subsidi

Senafas dengan hal itu, Sekretaris DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) wilayah Besuki, Joko Cahyono, berharap, Pertamina segera tambah pasokan elpiji non-subsidi di Lumajang.

Pasalnya jika stok tidak cukup dan sulit didapat. Joko khawatir pengusaha dan warga yang tidak berhak menerima elpiji subsidi justru akan memborong kembali tabung gas melon.

"Risikonya, kelangkaan elpiji 3 Kg bisa kembali terjadi. Mohon dengan sangat pertamina untuk menambah pasokan LPG di Kabupaten Lumajang," kata Joko.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved