Lamongan Siaga Kekeringan 2026, Pemkab Perkuat Irigasi dan Pompa Air
Pemerintah Kabupaten Lamongan menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Lamongan siapkan strategi hadapi kemarau panjang 2026 dan risiko kekeringan.
- Fokus pada irigasi, pompa air, dan normalisasi sungai untuk pertanian.
- BMKG memprediksi peluang El Nino hingga 90 persen pada semester II 2026.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026.
Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Lamongan dalam menjaga perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dan telah dipaparkan pada saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi dan Mitigasi Kemarau 2026 yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta Selatan.
"Langkah-langkah setrategi itu saya paparkan saat Rakornas bersama Kementeri Pertanian yang langsung dipimpin pak Menteri pada Senin (20/4/2026) kemarin, " kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Rabu (22/4/2026).
Pemkab Lamongan telah menyiapkan langkah konkret guna menjaga keberlangsungan produksi pertanian, memastikan ketersediaan pangan, serta melindungi kesejahteraan masyarakat.
Disampaikan bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Baca juga: Ibu di Lamongan Curiga Perut Anaknya Membesar, Ternyata Dihamili Ayah Tiri
Ancaman El Nino dan Risiko Kekeringan
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian serta ketersediaan air.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peluang terjadinya fenomena El Nino pada semester II 2026 mencapai 70 hingga 90 persen.
Menyitir apa yang disampaikan Menteri Pertanian, Amran, kata Kaji Yes, dampaknya, sebanyak 64,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal, sementara 57,2 persen wilayah lainnya akan mengalami musim kemarau lebih panjang dari kondisi biasanya.
Baca juga: Menguak Sejarah Soto Lamongan, Kuliner Legendaris dengan Kuah Kuning dan Koya Unik
Situasi ini berpotensi menyebabkan defisit air hingga penurunan luas tambah tanam (LTT) dan ancaman gagal panen, khususnya pada lahan tadah hujan.
Menanggapi hal tersebut, Yuhronur menegaskan Pemkab Lamongan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif.
Strategi Pemkab Lamongan
“Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen mengantisipasi dampak musim kemarau melalui optimalisasi jaringan irigasi, penyediaan sarana pengairan seperti pompa air dan waduk, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Langkah tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang menyiapkan program distribusi pompa air untuk mendukung pengairan hingga 1 juta hektare lahan pertanian.
Di tingkat nasional, produksi beras pada 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.
Bupati Lamongan
Yuhronur Efendi
Berita Lamongan Terkini
kekeringan
musim kemarau
pertanian
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
Pemerintah Kabupaten Lamongan
| Pesona Candi Sirah Kencong Blitar, Jejak Majapahit di Lereng Gunung dan Kebun Teh |
|
|---|
| Curangnya Peserta UTBK di Undip Pasang Alat di Telinga, Anggota DPR: Lebih Baik Gagal dengan Jujur |
|
|---|
| Tradisi Wiwitan Bojonegoro, Ritual Gong Gaib di Blok Cepu hingga Syukuran Panen Raya yang Melimpah |
|
|---|
| Isi Tuntutan Sejumlah Negara Arab ke Iran, Minta Tanggung Jawab dan Ganti Rugi |
|
|---|
| Indikasi Joki UTBK Terdeteksi di Universitas Negeri Malang, Modus Tukar Identitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bupati-lamongan-yuhronur-soal-antisipasi-kekeringan.jpg)