Tradisi dan Budaya di Jatim
Mengenal Tari Mayang Rontek Mojokerto, Tarian Pembuka Pernikahan Adat Mojoputri yang Sakral
Tari Mayang Rontek bukan sekadar tradisi, tetapi simbol kehidupan, cinta, dan harapan dalam pernikahan adat Mojoputri. Simak penjelasan lengkapnya.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Tari Mayang Rontek adalah tarian khas Mojokerto yang menjadi pembuka prosesi pernikahan adat Mojoputri dan melambangkan kesakralan.
- Namanya berasal dari ubohrampe pengantin, bermakna bunga berhias rumbai sebagai simbol persembahan.
- Berkembang sejak 1990-an, diprakarsai Machmoed Zain bersama seniman Setu, lalu ditetapkan sebagai tarian khas Mojokerto pada 1996.
- Mengandung filosofi kehidupan, diiringi musik Jawa-Islam, serta dilestarikan lewat festival budaya.
TRIBUNJATIM.COM - Tari Mayang Rontek merupakan salah satu tarian tradisional khas Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang memiliki keterkaitan erat dengan adat pernikahan masyarakat setempat.
Tarian ini dikenal sebagai bagian penting dalam prosesi pengantin Mojoputri yang sarat nilai budaya dan filosofi kehidupan.
Tari Mayang Rontek umumnya ditampilkan sebagai tari pembuka dalam rangkaian prosesi pernikahan adat Mojoputri.
Dikutip dari pariwisata.mojokertokab.go.id, tarian ini dibawakan oleh remaja putri yang melambangkan sosok mempelai perempuan, baik secara tunggal maupun berkelompok.
Selain sebagai hiburan, kehadiran tari ini juga menjadi simbol kesakralan dalam upacara pernikahan.
Tradisi Mojoputri sendiri dahulu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap prosesi perkawinan masyarakat Mojokerto.
Nama Mayang Rontek berasal dari perlengkapan pengantin atau ubohrampe.
Kata “mayang” berarti bunga, sedangkan “rontek” merujuk pada hiasan rumbai-rumbai di atas tombak. Jika digabungkan, maknanya adalah bunga berhias rumbai yang menjadi simbol persembahan dalam pernikahan.
Baca juga: Tari Jalak Lawu Magetan, Harmoni Gerak Burung Gading dan Kisah Setia Patih Wongso Menggolo
Sejarah Tari Mayang Rontek
Tari Mayang Rontek mulai berkembang pada era 1990-an.
Diketahui, tarian ini berawal dari perhatian Bupati Mojokerto saat itu, Machmoed Zain, terhadap keunikan prosesi pengantin Mojoputri.
Ia kemudian menginisiasi penciptaan tarian yang dapat melengkapi prosesi tersebut dengan menggandeng seorang seniman bernama Setu.
Sejak saat itu, tarian ini mulai direkonstruksi hingga menjadi bentuk yang indah seperti sekarang.
Pada 1993, Tari Mayang Rontek mulai dikenal luas oleh masyarakat dan digunakan dalam prosesi adat.
Tari Mayang Rontek
Mojokerto
Jawa Timur
Pernikahan Mojoputri
Tribun Jatim
Machmoed Zain
Setu
tradisi dan budaya di Jatim
tari
kesenian
TribunJatim.com
Mayang Rontek
Festival Budaya
kesenian tradisional
meaningful
adat Mojoputri
tarian pernikahan
| Tari Ambarang Tulungagung, Apresiasi untuk Pengamen Jaranan yang Menembus Panggung Megah |
|
|---|
| Kesenian Janger Banyuwangi, Hibrida Budaya Jawa dan Bali Karya Pedagang Sapi yang Tetap Eksis |
|
|---|
| Tradisi Wiwitan Bojonegoro, Ritual Gong Gaib di Blok Cepu hingga Syukuran Panen Raya yang Melimpah |
|
|---|
| Tradisi Kadisah Bondowoso, Ritual Tolak Bala 533 Tahun hingga Mengarak Gunungan Ribuan Kue Kucur |
|
|---|
| Ritual Hodo Situbondo, Tradisi Sakral Minta Hujan Peninggalan Damarwulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tari-Mayang-Rontek.jpg)