Breaking News

Sejarah di Jatim

Sejarah Museum Kereta Api Bondowoso, Dari Stasiun Kolonial hingga Saksi Tragedi Gerbong Maut 1947

Menyusuri jejak rel masa lalu, Museum Kereta Api Bondowoso menghadirkan perpaduan sejarah perkeretaapian dengan kisah heroik perjuangan bangsa.

Dok. Wonderful Indonesia
MUSEUM KERETA API BONDOWOSO – Museum Kereta Api Bondowoso merupakan museum kereta api pertama di Jawa Timur dan ketiga di Indonesia yang diresmikan pada 17 Agustus 2016. Berlokasi di bekas Stasiun Bondowoso yang aktif pada 1897-2004, museum ini menampilkan koleksi sejarah perkeretaapian dan terkait dengan tragedi Gerbong Maut 1947. 

Ringkasan Berita:
  • Museum Kereta Api Bondowoso merupakan bekas Stasiun Bondowoso peninggalan Belanda pada 1897, yang kini menjadi destinasi edukasi sejarah perkeretaapian di Jawa Timur.
  • Stasiun ini menjadi saksi tragedi Gerbong Maut 23 November 1947, saat 46 dari sekitar 100 pejuang gugur akibat kondisi pengangkutan yang tidak manusiawi.
  • Setelah jalur ditutup pada 2004, stasiun ini resmi menjadi museum pada 2016 yang menyimpan koleksi perkeretaapian dan berpotensi mendukung reaktivasi jalur Kalisat–Panarukan.

 

TRIBUNJATIM.COMMuseum Kereta Api Bondowoso menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unik di Jawa Timur yang menyimpan jejak panjang perkembangan transportasi rel di Indonesia.

Berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kademangan, Kabupaten Bondowoso, museum ini merupakan bekas stasiun kereta api yang kini dialihfungsikan sebagai ruang edukasi sejarah perkeretaapian.

Awal Mula: Stasiun Kolonial Peninggalan Belanda

Museum Kereta Api Bondowoso awalnya merupakan Stasiun Bondowoso yang dibangun oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS).

Keberadaan stasiun ini tidak lepas dari ambisi SS dalam mengembangkan jaringan rel yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Jawa hingga ke pelabuhan penting.

Jalur Kalisat–Panarukan merupakan bagian dari megaproyek tersebut yang menghubungkan kota-kota strategis hingga ke pelabuhan Panarukan.

Jalur ini dibangun melewati medan sulit seperti hutan dan perkebunan sebelum akhirnya menjangkau wilayah Jember dan Bondowoso.

Stasiun Bondowoso sendiri mulai beroperasi pada 1 Oktober 1897, bersamaan dengan dibukanya segmen terakhir jalur Jember–Kalisat–Panarukan.

Pada masanya, stasiun ini memiliki peran penting sebagai pusat transportasi dan distribusi komoditas di wilayah tapal kuda Jawa Timur.

Baca juga: Menelusuri Museum Wajakensis yang Merekam Peradaban Manusia di Tulungagung

Saksi Bisu Tragedi Gerbong Maut

Stasiun Bondowoso tidak hanya menyimpan sejarah transportasi, tetapi juga menjadi saksi peristiwa kelam perjuangan bangsa, yakni tragedi Gerbong Maut.

Peristiwa inilah yang menjadi salah satu alasan utama penetapan stasiun ini sebagai museum sejarah.

Dilansir dari sidita.disbudpar.jatimprov.go.id, peristiwa ini terjadi pada 23 November 1947, ketika sekitar 100 pejuang Indonesia yang ditawan Belanda dipindahkan dari Penjara Bondowoso menuju Surabaya.

Para tahanan tersebut diangkut menggunakan tiga gerbong barang tertutup dengan ventilasi terbatas.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved