Tradisi dan Budaya di Jatim
Tari Godril Lumajangan, Akulturasi Budaya Kolonial Dancen Van Java dengan Karakter Pendalungan
Mengenal Tari Godril Lumajangan, perpaduan unik sejarah kolonial Belanda dan kultur Pendalungan yang kini resmi jadi Warisan Budaya Tak Benda RI.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Tari Godril berkembang di masa kolonial dengan julukan Dancen Van Java. Namanya diyakini berasal dari bahasa Belanda Good (baik) dan Dril (rancak), yang mencerminkan akulturasi budaya Barat dan lokal.
- Karakter tarian ini sangat dipengaruhi kultur Pendalungan (Jawa-Madura) dengan gerakan tegas, patah-patah, namun luwes.
- Sebagai tari pergaulan, Godril melambangkan interaksi sosial yang harmonis dan rasa syukur kepada Tuhan. Saat ini, Tari Godril telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
TRIBUNJATIM.COM – Tari Godril Lumajangan merupakan kesenian khas hasil akulturasi budaya yang bermula sejak masa kolonial Belanda, di mana saat itu dikenal dengan istilah "Dancen Van Java".
Nama Godril sendiri diyakini berasal dari serapan bahasa Belanda, yakni Good (baik) dan Dril (rancak), yang menggambarkan karakter tarian dinamis dan enerjik.
Meski mendapat pengaruh Barat, tarian ini tetap mempertahankan akar tradisionalnya sebagai tari pergaulan masyarakat setempat.
Identitas budaya Pendalungan sangat melekat pada tarian ini melalui perpaduan unsur Jawa yang luwes dan budaya Madura yang tegas serta patah-patah.
Kekhasan tersebut semakin diperkuat dengan iringan musik instrumen jidor atau drum yang memberikan aksen gerakan berkarakter kuat.
Secara filosofis, Tari Godril melambangkan keharmonisan interaksi sosial antarmanusia sekaligus menjadi bentuk ungkapan rasa syukur atas limpahan kekayaan alam di wilayah Lumajang.
Kini, Tari Godril telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbud sebagai upaya menjaga eksistensi ikon daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menggencarkan pelestarian melalui berbagai pertunjukan massal yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan.
Dengan langkah regenerasi ini, Tari Godril diharapkan terus hidup sebagai identitas budaya yang membanggakan bagi generasi mendatang.
Jejak Sejarah dari Masa Kolonial
Dikutip dari laman resmi lumajangkab.go.id, Tari Godril berkembang pada masa penjajahan Belanda dan dikenal dengan istilah “Dancen Van Java”.
Nama ini menunjukkan adanya pengaruh budaya Barat dalam perkembangan tarian tersebut.
Istilah “Godril” sendiri diyakini berasal dari bahasa Belanda, yakni “Good” yang berarti baik atau menarik, serta “Dril” yang berarti rancak atau cepat. Hal ini menggambarkan karakter gerakan tari yang dinamis dan enerjik.
Pengaruh kolonial tersebut tidak menghapus unsur lokal, melainkan justru berbaur dengan budaya masyarakat setempat hingga membentuk identitas baru.
Tari Godril Lumajangan
Dancen Van Java
Tari Godril
WBTB
Budaya Pendalungan
meaningful
Lumajang
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Kabupaten Lumajang
warisan budaya takbenda
Pendalungan
| Tradisi Nyadran Yadnya Karo, Ritual Sakral Suku Tengger Ranu Pani untuk Menghormati Roh Leluhur |
|
|---|
| Tradisi Bersih Nagari Tulungagung, Ekspresi Menjaga Warisan Leluhur saat Puncak Perayaan Hari Jadi |
|
|---|
| Siraman Kiai Bonto di Blitar, Tradisi Pusaka Keramat yang Diyakini Membawa Berkah |
|
|---|
| Mengenal Tari Uling, Kesenian Khas Lumajang yang Terinspirasi dari Satwa Keramat di Sumbermujur |
|
|---|
| Larung Sesaji Pantai Tambakrejo Blitar, Ritual Sakral Warisan Prajurit Diponegoro di Bulan Suro |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tari-Godril.jpg)