Ibadah Haji 2026
Jemaah Haji Pacitan Bakal Hadapi Suhu 40 Derajat di Arab Saudi, Disarankan Bawa Oralit
Sebanyak 251 Jemaah Haji dan petugas asal Pacitan diminta menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius.
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 251 jemaah haji asal Pacitan diminta bersiap menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 40°C.
- Jamaah diimbau membawa perlengkapan kesehatan seperti obat pribadi, oralit, kacamata hitam, serta menjaga kondisi fisik dan mematuhi protokol kesehatan.
- Jamaah tergabung dalam Kloter 25 embarkasi Juanda Surabaya bersama daerah lain, dengan harapan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan menjadi haji mabrur.
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sebanyak 251 Jemaah Haji dan petugas asal Pacitan diminta menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius.
Diketahui 251 jemaah haji asal kota dengan sebutan 70 Mile Sea Paradise terbang menuju Tanah Suci, Selasa (27/4/2026).
Setelah sebelumnya di menginap di asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jatim, Senin (26/4/2026).
“Kami di daerah memang telah mendapatkan kabar bahwa cuaca di Arab Saudi ekstrem. Jamaah bisa bawa motor obat pribadi, oralit juga. Maupun lainnya ,” ungkap Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Pacitan, Marjuni, Selasa (27/4/2026).
Dia menyatakan memang telah dapat kabar dari PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi. Mereka mengabarkan terkait cuaca di Arab Saudi lumayan panas. Sekitar 40 derajat.
“Dan tentu jamaah Haji terutama asal Ponorogo saya minta untuk siap-siap,” urai pria yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Ponorogo.
Baca juga: 2 Camat dan 1 Kadis Tuban Berangkat Haji 2026, Bupati Tunjuk Plh untuk Jaga Pelayanan
Menurutnya, ratusan jamaah haji asal Pacitan harus segera mempersiapkan diri. Dirinya juga berpesan agar para tamu Allah mematuhi protokol kesehatan.
“Juga telah disampaikan ke pembimbing, dokter maupun perawat untuk bekal obat-obatan pribadi. Kacamata hitam, kanebo maupun lainnya,” paparnya
“Penyesuaian cuaca perlu diperhatikan
Sangat berbeda cuaca dengan Arab Saudi,” tegasnya Marjuni.
Diketahui jamaah haji Kabupaten Pacitan tergabung dalam gelombang I Kloter 25 embarkasi Juanda Surabaya.
Jamaah Pacitan digabungkan bersama jamaah haji asal Madiun, Kota Surabaya, serta dua jamaah haji dari Kabupaten Ponorogo. Selain itu terdapat lima jemaah cadangan yang juga telah disiapkan.
"Ingat selalu jaga fisik, mental dan kesehatan, semoga dapat menjalankan semua syarat wajib dan rukun haji Semoga menjadi haji dan hajjah yang mabrur," pesan Wakil Bupati Gagarin Sumrambah.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Jemaah Haji dam Petugas Asal Pacitan Diberangkatkan ke Tanah Suci, Tangis Haru Seketika Pecah |
|
|---|
| Jalan Panjang Hariono, Pedagang Asongan asal Jombang yang Berangkat Haji Setelah Menabung 29 Tahun |
|
|---|
| Ada 2 Calon Jemaah Haji Malang dan Pasuruan yang Tunda Keberangkatan Jelang Terbang, Ternyata Sakit |
|
|---|
| Tangis Haru dan Doa Iringi Keberangkatan Ratusan Jemaah Haji Ponorogo, Lisdyarita: Luruskan Niat |
|
|---|
| Asrama Haji Sukolilo Surabaya Kini Dipasangi 78 CCTV, Antisipasi Jemaah Kabur dan Barang Hilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/BERANGKAT-HAJI-Suasana-keberangkatan-jamaah-haji-Pacitan-yang-mau-berangkat.jpg)