40 Kampung Nelayan Bakal Dibangun di Jatim, DPRD Minta Nelayan Dilibatkan
DPRD Jatim menyambut baik rencana pembangunan puluhan kampung nelayan di Jawa Timur.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemerintah berencana membangun 40 Kampung Nelayan Merah Putih di Jawa Timur pada 2026.
- DPRD Jatim mendukung program tersebut, tetapi menekankan pentingnya pelibatan nelayan secara partisipatif dalam perencanaan.
- Kampung nelayan dirancang terintegrasi dengan fasilitas seperti pelabuhan, cold storage, hingga kios nelayan untuk meningkatkan produktivitas.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPRD Jatim menyambut baik rencana pembangunan puluhan kampung nelayan di Jawa Timur.
Meski demikian, Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mengingatkan bahwa desain dan strategi program kampung nelayan harus betul-betul mengakomodir aspirasi nelayan.
Rencana pembangunan puluhan kampung nelayan ini sebelumnya terungkap melalui penjelasan Pemprov Jawa Timur.
Rencananya, akan ada 40 pembangunan kampung Nelayan Merah Putih dan akan direalisasikan pada tahun 2026 ini.
"Kita menyambut baik jika ada program untuk pemberdayaan dan penguatan sektor perikanan tangkap yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan atau Nilai Tukar Nelayan meningkat," kata Erma kepada TribunJatim.com, Selasa (28/4/2026).
Politisi PDIP ini mengungkapkan, sejumlah persoalan yang kerap dihadapi nelayan adalah terkait akses alat produksi. Diantaranya, subsidi BBM, alat tangkap dan modal.
Sejumlah persoalan ini kerap dihadapi selain juga pasca melaut seperti harga ikan, penyimpanan sekaligus bagaimana produk olahan sehingga bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Baca juga: DPRD Jatim Temui Massa Driver Online, Siapkan Perda Khusus untuk Tindak Aplikator Nakal
Sehingga, dengan adanya Kampung Nelayan bisa menjadi solusi atas sejumlah persoalan yang selama ini menghantui para nelayan.
Dengan demikian, diharapkan nelayan sebagai pelaku utama betul-betul mendapatkan dampak positif.
Erma yang juga Ketua DPC PDIP Tulungagung ini mengatakan, dalam konteks Jawa Timur hal ini tentu sangat diharapkan bisa mendukung produktivitas dan pendapatan dari sektor perikanan tangkap.
Terlebih mengingat potensi perikanan tangkap di Jawa Timur masih banyak yang perlu ditingkatkan lagi. Sektor kelautan dan perikanan cukup relevan berkontribusi 20 persen PDRB Jawa Timur.
Namun sekali lagi, Erma menegaskan perlunya pelipatan partisipatif.
"Diharapkan desain dan strategi program Kampung Nelayan benar-benar mendengar nelayan setempat mengingat mereka subyek utama," jelasnya.
Baca juga: 40 Kampung Nelayan Merah Putih Bakal Dibangun di Jatim, 1 KNMP Telan Biaya Rp25 M dari Pusat
| Berkah Gelar Nobar Persebaya VS Arema, Kafe di Surabaya Raup Omzet Jutaan Rupiah |
|
|---|
| DPRD Jatim Temui Massa Driver Online, Siapkan Perda Khusus untuk Tindak Aplikator Nakal |
|
|---|
| Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, KA Tujuan Surabaya Terlambat Datang hingga 6 Jam |
|
|---|
| Wajah Baru Pasar Tembok Dukuh, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Larang Penjualan Hewan Hidup |
|
|---|
| Alouisia Choir Perkuat Silaturahmi Umat lewat Tour Paduan Suara, Tandai 3 Dekade Pengabdian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-B-DPRD-Jatim-Erma-Susanti-saat-hadir-di-Studio-TribunJatim-Network.jpg)