Sejarah di Jatim

Menelusuri Candi Sadon Magetan, Jejak Raja Airlangga hingga Kediri yang Menyimpan Mitos Ternak Sapi

Dikenal sebagai Candi Reog, Candi Sadon tak hanya menyimpan jejak sejarah, tetapi juga cerita legenda dan kepercayaan yang terus hidup hingga kini.

Dok. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan
CANDI SADON MAGETAN – Candi Sadon merupakan situs cagar budaya peninggalan kerajaan bercorak Hindu yang diperkirakan dari masa Raja Airlangga dan Kahuripan hingga periode Kerajaan Kediri. Candi yang terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini sering disebut Candi Reog karena terdapat temuan arca Kalamakara yang bentuknya menyerupai kepala harimau pada topeng Reog Ponorogo. 

Ringkasan Berita:
  • Candi Sadon di Magetan merupakan situs bersejarah yang kini tinggal reruntuhan, dikenal juga sebagai “Candi Reog” karena adanya arca kalamakara yang mirip topeng Reog.
  • Sejarah candi masih diperdebatkan, diduga berasal dari masa Airlangga hingga Kediri, dengan temuan inskripsi tahun 1018 M serta berbagai peninggalan Hindu Siwa.
  • Candi ini juga menyimpan legenda dan mitos, termasuk kisah arca sapi yang diyakini memengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga keberadaannya penting untuk dilestarikan.

 

TRIBUNJATIM.COMCandi Sadon menjadi salah satu situs bersejarah di Kabupaten Magetan yang menyimpan jejak peradaban masa lampau.

Meski kini hanya tersisa reruntuhan, keberadaan candi ini tetap menarik perhatian karena nilai historis, budaya, hingga mitos yang menyertainya.

Menariknya, meskipun secara administratif bernama Candi Sadon, warga setempat lebih akrab menyebutnya sebagai Candi Reog.

Penamaan tersebut muncul karena adanya temuan arkeologis di lokasi candi yang menyerupai atribut kesenian Reog, sehingga memperkuat keterkaitan antara situs ini dengan budaya lokal yang berkembang di sekitarnya.

Lokasi dan Asal-usul Nama Candi Sadon

Detail arca kalamakara di Candi Sadon yang menyerupai kepala harimau pada topeng dhadhak merak dalam kesenian Reog Ponorogo, menjadi asal-usul sebutan
Detail arca kalamakara di Candi Sadon yang menyerupai kepala harimau pada topeng dhadhak merak dalam kesenian Reog Ponorogo, menjadi asal-usul sebutan "Candi Reog”. (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan)

Candi Sadon terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Lokasinya tepat berada di tepi jalur utama Magetan–Panekan, sehingga cukup mudah dijangkau.
Masyarakat setempat juga mengenal situs ini dengan sebutan “Candi Reog”.

Penamaan tersebut berkaitan dengan ditemukannya arca kalamakara di antara reruntuhan candi.

Secara arkeologis, kalamakara merupakan hiasan kepala raksasa Kala yang biasanya ditempatkan di atas pintu masuk candi sebagai penolak roh jahat.

Namun, dilansir dari cepoko.magetan.go.id, bentuk kalamakara di Candi Sadon sangat mirip dengan kepala harimau pada topeng dhadhak merak dalam kesenian Reog Ponorogo, yang identik dengan tokoh Singabarong.

Topeng tersebut bahkan dikenal memiliki hiasan bulu merak yang besar dan berat. Karena kemiripan visual inilah, masyarakat lebih akrab menyebutnya sebagai Candi Reog.

Sementara itu, nama “Sadon” sendiri memiliki makna filosofis.

Menurut laman resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan, kata Sadon diduga berasal dari gabungan kata “Asad” yang berarti habis dan “Padudon” yang berarti perselisihan, sehingga dimaknai sebagai berakhirnya konflik atau peperangan.

Sedangkan pendapat lain menyebutkan bahwa Sadon berasal dari kata “Sadu” atau “Saduan” yang berarti tempat yang tenteram, mencerminkan suasana damai di kawasan tersebut.

Baca juga: Candi Bangkal Mojokerto, Jejak Megah Kerajaan Majapahit dan Simbol Dewa Surya yang Tersembunyi

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved