Sejarah di Jatim

Menelusuri Candi Sadon Magetan, Jejak Raja Airlangga hingga Kediri yang Menyimpan Mitos Ternak Sapi

Dikenal sebagai Candi Reog, Candi Sadon tak hanya menyimpan jejak sejarah, tetapi juga cerita legenda dan kepercayaan yang terus hidup hingga kini.

Tayang:
Dok. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan
CANDI SADON MAGETAN – Candi Sadon merupakan situs cagar budaya peninggalan kerajaan bercorak Hindu yang diperkirakan dari masa Raja Airlangga dan Kahuripan hingga periode Kerajaan Kediri. Candi yang terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini sering disebut Candi Reog karena terdapat temuan arca Kalamakara yang bentuknya menyerupai kepala harimau pada topeng Reog Ponorogo. 

Diduga Peninggalan Masa Airlangga hingga Kediri

Sejarah Candi Sadon hingga kini masih menyimpan perbedaan pendapat di kalangan para ahli.

Dikutip dari Kompas.com, sejumlah peneliti menyebut candi ini berasal dari masa akhir Kerajaan Medang atau awal pemerintahan Raja Airlangga pada abad ke-11 Masehi.

Pendapat tersebut didasarkan pada temuan batu bertulis (inskripsi) bertarikh 1018 Masehi, yang menunjukkan masa transisi dari pemerintahan Dharmawangsa Teguh menuju berdirinya Kerajaan Kahuripan.

Pendapat ini juga diperkuat oleh arkeolog Belanda Van Enoch yang meneliti situs tersebut pada 1933 dan menyatakan bahwa Candi Sadon kemungkinan merupakan peninggalan masa Raja Airlangga.

Namun demikian, sebagaimana dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan, terdapat ciri lain yang menunjukkan keterkaitan dengan periode berbeda.

Aksara yang ditemukan pada kalamakara dan batu bertulis di lokasi candi menggunakan aksara Kawi tipe kuadrat atau balok, yang identik dengan prasasti dari masa Kerajaan Kediri pada abad ke-11 hingga ke-13.

Selain itu, ada pula pendapat yang mengaitkan candi ini dengan periode yang lebih muda, termasuk masa Majapahit, meskipun belum ada bukti pasti yang menguatkannya.

Terlepas dari perbedaan tersebut, Candi Sadon secara umum diyakini berlatar belakang agama Hindu Syiwa.

Hal tersebut didasarkan pada temuan arca Nandi, kendaraan Dewa Siwa, di sekitar lokasi candi.

Dengan berbagai temuan tersebut, Candi Sadon diperkirakan memiliki keterkaitan sejarah yang panjang, mulai dari masa Airlangga dan Kahuripan hingga periode Kerajaan Kediri.

Baca juga: Pesona Candi Sirah Kencong Blitar, Jejak Majapahit di Lereng Gunung dan Kebun Teh 

Kondisi Candi: Tinggal Reruntuhan

Reruntuhan Candi Sadon di Magetan yang tetap dijaga sebagai warisan sejarah dan budaya masyarakat setempat.
Reruntuhan Candi Sadon di Magetan yang tetap dijaga sebagai warisan sejarah dan budaya masyarakat setempat. (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan)

Kondisi Candi Sadon saat ini sudah tidak utuh dan hanya menyisakan kumpulan batu reruntuhan serta fragmen bangunan yang tertata.

Sejak pertama kali ditemukan, candi ini memang telah berada dalam keadaan runtuh sehingga bentuk aslinya sulit dikenali.

Pada tahun 1966 reruntuhan candi ini sempat mengalami perusakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved