Sejarah di Jatim
Sejarah Museum Kanjeng Sepuh Sidayu dan Jejak Pemimpin Kadipaten Pembela Rakyat di Gresik
Museum Kanjeng Sepuh Sidayu hadir menyimpan jejak Kadipaten, mengungkap peran penting Sidayu dalam sejarah Gresik.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Museum Kanjeng Sepuh Sidayu menyimpan jejak sejarah Kadipaten Sidayu, wilayah strategis jalur perdagangan di Gresik, Jawa Timur.
- Kanjeng Sepuh atau Raden Adipati Suryo Diningrat dikenal sebagai pemimpin religius yang membela rakyat dari kebijakan kolonial.
- Diresmikan 5 Februari 2024, museum menjadi sarana pelestarian sejarah dan edukasi generasi muda.
- Menampilkan koleksi pusaka dan berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif berbasis heritage.
TRIBUNJATIM.COM - Museum Kanjeng Sepuh Sidayu menjadi salah satu destinasi sejarah yang menyimpan jejak panjang peradaban di wilayah utara Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Museum ini hadir sebagai upaya pelestarian sejarah lokal yang berkaitan erat dengan masa kejayaan Kadipaten Sidayu.
Sidayu sendiri dikenal sebagai wilayah strategis yang dilalui Sungai Bengawan Solo dan berada di jalur penghubung antara pesisir dan pedalaman.
Kondisi tersebut menjadikan Sidayu berkembang sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan pada masanya.
Dilansir dari museum.kemenbud.go.id, Sidayu pernah berstatus sebagai Kadipaten dengan wilayah kekuasaan yang cukup luas, meliputi Gresik Utara, Lamongan hingga Jombang.
Seiring waktu, wilayah ini kemudian berubah menjadi Kawedanan dan kini menjadi bagian dari Kecamatan di Kabupaten Gresik.
Kemasyhuran Sidayu tidak dapat dipisahkan dari sosok Kanjeng Sepuh, yang merupakan Adipati ke-8 Sidayu.
Ia dikenal sebagai pemimpin yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan wilayah serta kehidupan sosial masyarakat saat itu.
Baca juga: Sejarah dan Peran Museum Gubug Wayang Mojokerto dalam Melestarikan Budaya Wayang Nusantara
Sosok Kanjeng Sepuh dan Warisan Sejarahnya
Kanjeng Sepuh memiliki nama asli Raden Adipati Suryo Diningrat. Ia dikenal sebagai pemimpin yang religius sekaligus berpihak pada rakyat kecil.
Dalam berbagai catatan, ia digambarkan sebagai tokoh yang memiliki kepemimpinan kuat serta nilai spiritual tinggi.
Kanjeng Sepuh juga berperan dalam menghadapi kebijakan kolonial yang dinilai memberatkan masyarakat, khususnya dalam sektor perdagangan dan pajak.
Sikapnya yang membela rakyat membuatnya dihormati dan dikenang hingga kini.
Warisan peninggalannya berupa benda pusaka seperti keris, tombak, pedang, hingga berbagai perlengkapan pemerintahan menjadi bagian penting dari sejarah Sidayu.
Museum Kanjeng Sepuh
Kanjeng Sepuh Sidayu
Kanjeng Sepuh
Gresik
Jawa Timur
Tribun Jatim
Kadipaten Gresik
Museum Kanjeng Sepuh Sidayu
Jatim
TribunJatim.com
museum sejarah
edukasi sejarah
Raden Adipati Suryo Diningrat
Fandi Ahmad Yani
Sejarah Museum Kanjeng Sepuh Sidayu
meaningful
pembela rakyat
| Jejak Sejarah Candi Plumbangan Blitar, Gapura Paduraksa Megah Pemersatu Era Kediri dan Majapahit |
|
|---|
| Menelusuri Candi Sadon Magetan, Jejak Raja Airlangga hingga Kediri yang Menyimpan Mitos Ternak Sapi |
|
|---|
| Pesona Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Ikon Umat Tri Dharma Terbesar di Asia Tenggara |
|
|---|
| Candi Gambar Wetan Blitar, Peninggalan Majapahit dengan Arsitektur Punden Berundak dan Relief Unik |
|
|---|
| Candi Gedong Putri, Menguak Tabir Peradaban Tertua di Lumajang yang Sempat Hancur Kena Lahar Semeru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Sejarah-Museum-Kanjeng-Sepuh-Sidayu.jpg)