Program Sabuk Kamtibmas Digelar, Polresta Sidoarjo Gandeng Ormas Jaga Kondusifitas

Polresta Sidoarjo memperkuat sinergi dengan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas) jaga kamtibmas

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/M Taufik
SABUK KAMTIBMAS – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing saat memimpin Apel Sabuk Kamtibmas di Mako Polresta Sidoarjo, Kamis (30/4/2026). Polisi menggandeng para tokoh masyarakat dan Ormas dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah 

Ringkasan Berita:
  • Polresta Sidoarjo menggandeng masyarakat untuk menjaga stabilitas kamtibmas.
  • Sebanyak 1.200 personel disiapkan untuk pengamanan May Day 2026.
  • Program Sabuk Kamtibmas menekankan deteksi dini dan kolaborasi lintas elemen.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJOPolresta Sidoarjo memperkuat sinergi dengan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan berbagai elemen warga guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Utamanya dalam upaya menciptakan situasi di Kabupaten Sidoarjo yang aman dan kondusif.

Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan.

Namun juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan apel bersama ini diharapkan sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat semakin solid dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” kata Kapolres usai apel kebangsaan bertajuk Sabuk Kamtibmas, di Lapangan Mako Polresta Sidoarjo, Kamis (30/4/2026).

Tujuan besar dari proram Sabuk Kamtibmas ini adalah menguatkan soliditas sinergi guna mewujudkan wilayah Kabupaten Sidoarjo melalui segala potensi masyarakat dan para tokoh dari tingkat desa untuk stabilitas keamanan, ketertiban dan keutuhan sosial.

Baca juga: Penjual Rokok Tanpa Cukai di Pinggir-pinggir Jalan Jadi Sasaran Razia Satpol PP Sidoarjo

Imbauan Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi

"Filosofi dari Sabuk Kamtibmas adalah sebagai simbol pengikat persatuan dan kolaborasi, sekaligus mendorong deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas. Terlebih lagi kita akan menghadapi agenda pengamanan May Day dan Pilkades serentak tahun 2026," ungkap Christian Tobing.

Selain itu, Kapolresta Sidoarjo menekankan perlunya memperkuat sinergitas antara Polri, tokoh masyarakat serta berbagai kelompok masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Seluruh peserta apel juga diimbau untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah.

Dengan adanya kolaborasi yang solid antara Polri dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Sidoarjo senantiasa dalam kondisi aman, nyaman, dan kondusif.

Baca juga: Curi Laptop Bekas Tempat Kerja, Pemuda Sidoarjo Bebas Penjara: Gantinya Dihukum Bersihkan Balai Desa

Pengamanan May Day, 1.200 Personel Disiagakan

Menjelang peringatan Hari Buruh 2026, polisi juga telah menyiapkan sejumlah pemetaan dan upaya pengamanan. Sedikitnya ada 1.200 personel yang akan diturunkan dan kondisi sarana maupun prasarana yang akan digunakan.

Polresta Sidoarjo juga telah melakukan beberapa persiapan menghadapi berbagai potensi kerawanan di lapangan. Di tengah dinamika global, tekanan ekonomi, serta pesatnya arus informasi di media sosial, potensi mobilisasi massa dinilai semakin besar, cepat dan kompleks.

"May Day sebagai momentum penyampaian aspirasi rekan-rekan buruh atau pekerja. Kita berkomitmen untuk bersama-sama melakukan pengamanan, agar proses itu dapat berlangsung secara aman, tertib dan kondusif," kata Wakapolresta Sidoarjo AKBP M Zainur Rofik.

Menurut dia, seluruh personel diharapkan meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta disiplin dalam setiap pelaksanaan tugas secara profesional, proporsional, serta sesuai dengan SOP, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menghadapi massa aksi.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved