Jembatan Darurat Bondowoso Sudah Bisa Dilalui, Warga Minta Jangan Dibangun Setengah-setengah

Jembatan darurat penghubung Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso telah rampung diperbaiki.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
JEMBATAN DARURAT - Tim gabungan dipimpin oleh BPBD Bondowoso meninjau perbaikan jembatan darurat pada Senin (27/4/2026). Jembatan ini dibuat karena jembatan Sentong penghubung Jember-Bondowoso ambles pada akhir Februari 2026 kemarin. 

 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan darurat penghubung Desa Sukowiryo–Kelurahan Nangkaan, Bondowoso, sudah bisa dilalui setelah diperbaiki.
  • Jembatan ini menjadi akses utama sementara karena Jembatan Sentong ditutup total untuk perbaikan.
  • Sebelumnya, jembatan darurat sempat rusak akibat diterjang arus dan tumpukan sampah saat hujan deras.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Jembatan darurat penghubung Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso telah rampung diperbaiki.

Masyarakat pun bisa melintasi lagi jembatan tersebut selama proses perbaikan Jembatan Sentong yang ambles pada akhir Februari 2026 lalu.

Menurut Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, jembatan darurat sudah bisa dilintasi sejak dua hari terakhir.

Lebih-lebih Jembatan Sentong yang sebelumnya bisa dilintasi, kini juga sudah mulai ditutup total karena proses perbaikan.

"Sejak 2 hari lalu, sejak kontruksi jembatan yang lama sudah ditutup total kalu pagi," ungkapnya dikonfirmasi pada Jum'at (1/5/2026).

Ia mengatakan pihaknya akan terus berupaya untuk evaluasi jembatan darurat.

Untuk informasi jembatan darurat yang menghubungkan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Bondowoso, rusak diterjang tumpukan sampah saat hujan lebat, Minggu sore (26/4/2026).

Baca juga: Angin Kencang Terjang Bondowoso, Puluhan Rumah Warga Rusak dan Satu Warga Tertimpa Asbes

Jembatan darurat ini dibangun dengan menggunakan BTT sebesar Rp75 juta.

Salah seorang warga Kelurahan Kademangan, Agus Supriyanto, mengatakan harapannya agar kontruksi jembatan darurat ini dibuat dengan  yang lebih baik dan aman.

Karena, pernah pengalamannya hendak membopong saudaranya yang sedang sakit justru batal karena melihat jembatan yang dinilainya menanjak.

Bermula saat saudaranya di Desa Pancoran, sakit asam lambung dan sesak nafas.

Keluarga hendak membawanya ke rumah sakit melalui jembatan darurat tersebut dengan kursi roda agar cepat dan tak berputar. Sementara, Agus sudah menunggu dari sisi utara jembatan.

Namun batal setelah melihat kontruksi jembatan yang dinilainya menanjak.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved