Harga Solar Nonsubsidi Naik, Harga Pasir Lumajang Ikut Meroket hingga 30 Persen

Harga pasir di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur melonjak hingga 30 persen, dampak dari kenaikan harga solar non subsidi.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
MAHAL: Aktifitas penembangan pasir Pasirian Lumajang, Jawa Timur, Rabu (6/5/2026) Harga Pasir Naik imbas kenalkan solar nonsubsidi. 

Sementara itu, Antok Penambang Pasir di Kecamatan Pasirian Lumajang mengungkapkan kenaikan harga mencapai Rp 50 ribu- 100 ribu per rite, hal itu imbas dari mahalnya harga solar nonsubsidi.

"Kenaikan terjadi mulai 18 April 2026 itu kayake sudah mulai naik. Kenaikan harga solar non subsidi membuat kerja makin bingung," tambahnya.

Pasir di Lumajang memang dikenal berkualitas tinggi, tetapi daya saingnya juga bergantung pada harga. 

Jika nilai jualnya terlalu mahal dibanding daerah lain misalnya Sidoarjo atau Malang yang lebih dekat dengan pasar utama, tidak menutup kemungkinan konsumen bisa beralih.

"Pasir Lumajang tetap melimpah. Kualitasnya tetap terbaik. Tetapi rantai pasoknya kini menghadapi ujian berat. Solar yang dulu menjadi pelumas pertumbuhan, kini menjadi beban yang menggerus margin," ucap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Lumajang Muhammad Ridha.

Bagi para pelaku usaha, kata Ridha, masa depan tidak lagi secerah debu pasir yang berkilau di matahari. Mereka harus beradaptasi entah dengan efisiensi maupun diversifikasi.

"Karena di dunia tambang pasir, yang bertahan bukan yang punya pasir terbanyak, melainkan yang bisa menjualnya dengan harga yang masih masuk akal. Saat ini, harga itu sedang diuji oleh setiap liter solar yang terbakar di jalan," tuturnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved