Ibadah Haji 2026

Kisah Petani Lansia di Sidoarjo, Rela Menabung Selama 17 untuk Berangkat Haji

Sebanyak 1.133 orang calon jemaah haji dari Kabupaten Sidoarjo berangkat menuju ke tanah suci, Rabu (6/5/2026).

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/M Taufik
JEMAAH – Juwariyah, calon jemaah haji asal Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Sidoarjo saat hendak pemberangkatan di Pendopo Sidoarjo, Rabu (6/5/2026). Perempuan 73 tahun tersebut menabung selama 17 tahun untuk bisa mendaftar haji. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 1.133 jemaah haji asal Sidoarjo diberangkatkan dalam kloter 57, 58, dan 59 menuju Makkah; total jemaah tahun ini mencapai sekitar 2.700 orang dengan masa tunggu hingga 29 tahun.
  • Juwariyah (73), seorang petani, menjadi salah satu jemaah yang berangkat setelah menabung selama 17 tahun; ia tetap berangkat meski suaminya telah meninggal dan kini didampingi keponakannya.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Sebanyak 1.133 orang calon jemaah haji dari Kabupaten Sidoarjo berangkat menuju ke tanah suci, Rabu (6/5/2026).

Satu di antara mereka adalah Juwariyah, petani berusia 73 tahun yang berangkat haji berkat hasil menabung selama 17 tahun.

Petani lansia asal Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Sidoarjo itu tergabung dalam kloter 59. Bersamaan dengan mereka, ada kloter 57 dan kloter 58 dari Sidoarjo yang berangkat ke Arab Saudi dalam gelombang dua ini. Mereka bakal langsung menuju ke Makkah.  

Juwariyah mengaku sangat bersyukur, penantian panjangnya akhirnya terwujud.

Dia bersama suami mendaftar haji pada 2012 silam. Setelah 14 tahun, akhirnya terpanggil untuk berangkat menunaikan rukun islam ke lima.

Sayangnya, sang suami tidak bisa berangkat besama. Pasangan hidupnya itu meninggal dunia tahun 2024 lalu. Kursinya digantikan oleh keponakannya.

Dan sang keponakan lah yang akan menemaninya menjalankan ibadah di tanah suci.

Baca juga: 350 Calon Jemaah Haji Jember Masuk Kategori Risiko Tinggi

“Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat haji. Sebagai orang islam, tentu saya juga sejak lama mendambakan untuk bisa menjalankan ibadah haji. Sebenarnya saya ingin sekali bareng suami, tapi ternyata tuhan berkehendak lain,” ujar Juwariyah saat berkumpul di Pendopo Sidoarjo, menunggu proses pemberangkatan menuju ke Asrama Haji Sukolilo untuk selanjutnya terbang ke Arab Saudi.

Juwariyah bukan hanya berangan-angan. Sejak lama, dia berusaha keras untuk mewujudkan cita-citanya agar bisa berhaji. Sebagai petani yang hasilnya tidak menentu, dia istikomah menyisihkan penghasilannya untuk menabung.

Perjalanan panjang itu penuh perjuangan. Dari hasil panen yang tak selalu pasti, Juwariyah selalu menitipkan uang kepada anak-anaknya. 

Terkadang Rp 500 ribu, terkadang juga sampai Rp 1,5 juta. Menyesuaikan hasil panen.

Sekira 17 tahun menabung, uangnya terkumpul dan bisa untuk mendaftar. Sampai pada 2012 lalu dia bersama almarhum suaminya mendaftar haji. 

Dan upaya menabung terus dilakukan selama menunggu antrean sampai mendapat giliran berangkat. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved