Dibangun Sejak 1880-an, Jembatan Garuda Perintis Sukowiryo Bondowoso Kini Diperbaiki TNI

Sejak dulu, warga sudah memanfaatkan jembatan sebagai akses perlintasan untuk efisiensi waktu menuju ke Kota Bondowoso.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
JEMBATAN - Seorang petani melintas di tengah proyek perbaikan jembatan penghubung Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan, dan Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, yang dikerjakan oleh TNI dan warga dalam program Jembatan Garuda Perintis, Minggu (17/5/2026). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Jembatan penghubung Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan, dan Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, kini tengah diperbaiki.

Sudah sebulan terakhir, perbaikan dilakukan oleh TNI dan pekerja.

Baca juga: Menkop Optimistis Mampu Lampaui Target Peresmian KDKMP pada Agustus 2026

Jika musim libur, warga sekitar turut membantu.

Jembatan kayu ini diperbaiki oleh Presiden Prabowo Subianto melalui TNI Kodim 0822 dalam program Jembatan Garuda Perintis.

Jembatan ini dikenal dengan sebutan Jembatan Tètèh yang dalam bahasa Madura memiliki arti 'meniti'.

Sejak zaman dulu, warga memanfaatkan jembatan ini sebagai akses perlintasan untuk efisiensi waktu menuju kawasan Kota Bondowoso.

Jembatan tersebut tidak hanya menjadi penunjang sektor perdagangan dan pertanian, tetapi juga dimanfaatkan oleh anak-anak untuk pergi sekolah dan mengaji.

Menurut warga Desa Sukowiryo, Sadrumo (61), jembatan ini telah ada sejak tahun 1880-an.

Dulunya, posisi jembatan berada di sisi utara dari lokasi saat ini.

Namun, beberapa kali jembatan bambu swadaya masyarakat tersebut dipindah karena terbawa arus deras aliran sungai, hingga akhirnya presisi di lokasi sekarang.

"Kalau tidak keliru, tahun 1880-an ke atas," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026).

Dia ingat betul jembatan ini beberapa kali memakan korban.

Pengendara kerap terjatuh, terutama saat musim hujan.

Maklum saja, jembatan tersebut terbuat dari kayu dan sisi kanan-kirinya hanya diberi pegangan dari bambu.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved