Pengakuan Pengusaha Asal Pacitan setelah Rumahnya Digeledah KPK 3 Jam Terkait Kasus Sugiri Sancoko

Ia mengaku, penggeledahan berkaitan dengan kasus rasuah yang menjerat Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko.

Tayang:
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
DIGELEDAH - KPK menggeledah rumah CM seorang pengusaha di Dusun Krajan, Desa Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Senin (18/5/2026). Penggeledahan diduga berkaitan dengan perkara korupsi Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko. 

Ringkasan Berita:
  • KPK selama tiga jam menggeledah rumah mewah milik pengusaha asal Pacitan, Citra Margaretha (CM), Senin (18/5/2026) petang.
  • CM mengaku, penggeledahan berkaitan dengan kasus yang menjerat Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keluar setelah tiga jam menggeledah rumah mewah milik pengusaha asal Pacitan, Citra Margaretha (CM), Senin (18/5/2026) petang.

Sejumlah penyidik KPK tampak keluar masuk rumah mewah bercat cokelat yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jatim.

Baca juga: Giliran 8 Kontraktor Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Tulungagung

Usai penggeledahan, Citra mengaku, penggeledahan berkaitan dengan kasus rasuah yang menjerat Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko.

"Karena ada pengembangan dari kasus Pak Giri. Kebetulan dulu saya mengutangi Pak Giri," ujar CM kepada wartawan di rumahnya.

CM menegaskan, hubungannya dengan Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko hanya sebatas utang piutang.

Pun ia mengklaim tidak mengetahui asal uang yang dipakai Sugiri Sancoko untuk membayar pinjaman tersebut.

"Yang saya tahu dia bayar utang ke saya. Uang darimana saya juga ndak tahu," kata Citra.

Citra menyebut, transaksi pinjaman dilakukan melalui adik Sugiri, Eli Widodo.

Perantaranya adalah mantan Kepala Dinas Pemkab Pacitan.

"Pinjamnya untuk Pilkada," tegasnya.

Citra membantah terlibat dalam pengurusan proyek maupun mutasi jabatan.

"Saya murni mengutangi," sambungnya.

Citra mengaku bahwa KPK hanya membawa satu unit telepon genggam miliknya untuk kepentingan pemeriksaan.

"Cuma HP saya dipinjam petugas KPK," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved