Sejarah di Jatim
Sejarah Candi Gunung Telih Malang, Peninggalan Singhasari yang Tersembunyi di Hutan Gunung Arjuno
Tersembunyi di lereng Gunung Arjuno dan jarang diketahui wisatawan, Candi Gunung Telih di Malang diduga menjadi tempat pertapaan era Singhasari.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Sementara itu, bangunan kedua berada di area yang lebih tinggi dan dapat dicapai melalui undakan dari batu alam.
Bangunan ini memiliki tinggi sekitar 186 sentimeter dengan panjang 250 sentimeter dan lebar sekitar 110 sentimeter.
Bagian tubuh candi masih terlihat cukup utuh, meski bagian puncaknya sudah rusak dan hanya tersisa sebagian.
Dinding belakang bangunan juga tampak polos tanpa ornamen maupun relief hias tertentu.
Selain itu, di kawasan situs tidak ditemukan arca maupun stupa seperti yang umum terdapat pada candi-candi besar di Jawa Timur.
Bentuk bangunannya yang sederhana membuat sejumlah peneliti menduga Candi Gunung Telih bukan candi utama, melainkan altar persembahyangan atau tempat ritual spiritual.
Baca juga: Candi Jawar di Kabupaten Malang, Situs Purbakala Tempat Meditasi Resi dan Empu di Lereng Semeru
Diduga Menjadi Tempat Pertapaan dan Pemujaan Leluhur
Candi Gunung Telih yang berada di lereng Gunung Mujur dan menghadap langsung ke arah Gunung Arjuno dipercaya memiliki nilai spiritual penting bagi masyarakat Jawa kuno.
Budayawan Suryadi menjelaskan, arah hadap candi ke Gunung Arjuno menunjukkan kemungkinan situs tersebut digunakan sebagai tempat pertapaan dan pemujaan arwah leluhur.
Dalam tradisi megalitik Jawa kuno dikenal konsep “Di Hyang”, yaitu kepercayaan tentang pemujaan terhadap roh leluhur yang diyakini bersemayam di gunung-gunung suci.
Oleh karena itu, puncak gunung dianggap sebagai tempat sakral sekaligus lokasi persemayaman para roh leluhur.
Gunung Arjuno sendiri sejak masa kerajaan Hindu-Buddha dianggap sebagai salah satu gunung sakral di Jawa Timur.
Hal itulah yang membuat Candi Gunung Telih diduga berfungsi sebagai media pemujaan sekaligus altar persembahyangan yang berkaitan dengan praktik spiritual masyarakat pada masa Singhasari.
Selain digunakan sebagai tempat ibadah, situs ini juga diperkirakan menjadi lokasi pertapaan bagi para tokoh spiritual atau masyarakat pada masa lampau.
Hubungan antara posisi candi dan Gunung Arjuno menunjukkan kuatnya keterkaitan antara alam pegunungan dan tradisi kepercayaan masyarakat Jawa kuno.
Baca juga: Candi Songgoriti di Kota Batu, Candi Kuno Peninggalan Mpu Sindok dengan Sumber Air Panas
Candi Gunung Telih
Candi Gunung Telih Malang
Sejarah Candi Gunung Telih
Kerajaan Singhasari
Lereng Gunung Mujur
Gunung Arjuno
lereng Gunung Arjuno
Era Tumapel
Tunggul Ametung
Ken Arok
Situs Pertapaan Jawa Kuno
Tempat Pemujaan Leluhur
Desa Gunungrejo
Kecamatan Singosari
Kabupaten Malang
Malang
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Multiangle
| Menelusuri Museum Huruf Jember, Berawal dari Komunitas Kreatif hingga Jadi Ruang Sejarah Aksara |
|
|---|
| Mengenal Kampung Belgia Jember, Permukiman Kolonial Gaya Eropa Berusia Seabad di Tengah Kebun Karet |
|
|---|
| Sejarah Pintu Air Jagir Surabaya, dari Lokasi Pertempuran Lawan Tar-tar menjadi Pengendali Banjir |
|
|---|
| Sejarah Taman Nasional Baluran, dari Hutan Lindung hingga Dijuluki Africa van Java |
|
|---|
| Candi Jedong Mojokerto, Gapura Kuno Majapahit Pintu Masuk Area Suci di Lereng Gunung Penanggungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Candi-Gunung-Telih-di-Malang.jpg)